Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
HeadlineNasionalPeristiwa

Ratusan Warga Kawio Bertahan di Ruang Terbuka, Rumah dan Sekolah Rusak Diguncang Gempa Filipina

14
×

Ratusan Warga Kawio Bertahan di Ruang Terbuka, Rumah dan Sekolah Rusak Diguncang Gempa Filipina

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi AI

Inframenews.id, Sangihe – Senin, 8 Juni 2026

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026), menyebabkan sejumlah bangunan di Desa Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mengalami kerusakan.

Selain rumah warga, bangunan sekolah dan rumah ibadah dilaporkan mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan gempa yang dirasakan masyarakat di pulau terluar Indonesia tersebut.

Sekretaris Desa Kawio, Risto Mandiangan, mengatakan getaran gempa berlangsung cukup lama dan terasa sangat kuat hingga menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

“Guncangan pelan dulu baru kuat, baru kayak getarannya ada turun-naik, dia goyang kanan-kiri, tiba-tiba turun naik. Itulah yang menyebabkan rumah-rumah ataupun bangunan, rumah ibadah, sekolah itu mengalami kehancuran,” ujar Risto, dikutip dari CNN Indonesia.

Menurutnya, hingga beberapa jam setelah gempa utama terjadi, wilayah tersebut masih terus merasakan gempa susulan dengan kekuatan yang cukup signifikan.

“Getaran terasa lama sekali. Itu kuat. Bahkan, sampai saat ini juga gempa susulannya masih kuat,” ungkapnya.

Desa Kawio diketahui dihuni oleh 178 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 480 jiwa. Mayoritas warga berprofesi sebagai nelayan.

Akibat gempa dan masih berlangsungnya gempa susulan, seluruh warga untuk sementara memilih bertahan di area terbuka karena khawatir terhadap kemungkinan kerusakan lanjutan pada bangunan.

Risto mengungkapkan masyarakat saat ini masih mengalami trauma dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah.

Ia berharap bantuan darurat dapat segera dikirim ke wilayah tersebut mengingat kondisi warga yang masih bertahan di luar rumah dan belum dapat beraktivitas normal.

Menurutnya, hingga saat ini pemerintah kabupaten masih melakukan pendataan dampak kerusakan yang terjadi di lapangan.

Selain itu, keterbatasan sarana komunikasi juga menjadi kendala karena sebagian besar fasilitas listrik dan jaringan komunikasi terdampak pascagempa.

Warga saat ini mengandalkan jaringan internet berbasis satelit untuk berkomunikasi dengan pihak luar dan menyampaikan kondisi terkini di Desa Kawio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *