Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
Pasang Iklan di Inframenews
Banggai LautHeadlinePeristiwa

Korban Perahu Terbalik di Banggai Laut Ditemukan Meninggal

23
×

Korban Perahu Terbalik di Banggai Laut Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan perahu katinting terbalik di perairan Desa Mandel, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Rabu (1/7/2026). Korban ditemukan meninggal dunia sekitar 1,16 mil laut dari lokasi kejadian, sehingga operasi SAR resmi dinyatakan selesai. (Humas Basarnas)

InframeNews, Banggai Laut
Rabu, 1 Juli 2026

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir dalam kecelakaan perahu jenis katinting yang terbalik di perairan Desa Mandel, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Rabu (1/7/2026).

Korban bernama Irman Dulati alias Adi (26) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua korban lainnya sebelumnya berhasil selamat.

Korban ditemukan terapung sekitar pukul 09.35 WITA pada koordinat 2°1’39.74″S 123°50’53.57″E atau sekitar 1,16 mil laut dari lokasi awal kejadian.

Usai ditemukan, jasad korban dievakuasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas menuju Pelabuhan Banggai Laut dengan waktu tempuh sekitar dua jam sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi diusulkan ditutup dan seluruh unsur potensi SAR dikembalikan ke satuan masing-masing.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Rusmadi, mengatakan pencarian hari ketiga diawali dengan briefing personel untuk memastikan kesiapan tim, peralatan, serta pembagian tugas sesuai standar operasional prosedur Basarnas.

Selanjutnya, dua Search and Rescue Unit (SRU) diterjunkan menggunakan RIB Basarnas dan perahu nelayan untuk menyisir area pencarian dalam radius delapan mil laut dari lokasi kejadian.

Selain melakukan penyisiran, tim SAR juga menyebarkan informasi kepada para nelayan yang beraktivitas di sepanjang pesisir agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Banggai Laut, BPBD Banggai Laut, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat setempat, serta masyarakat nelayan.

Peralatan yang digunakan meliputi RIB Basarnas, perahu nelayan, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, perlengkapan water rescue, peralatan medis, serta peralatan evakuasi.

Berdasarkan dokumentasi di lapangan, proses evakuasi berlangsung di tengah kondisi cuaca cerah dengan gelombang laut yang relatif tenang.

Sejumlah personel Basarnas mengenakan alat pelindung diri dan pelampung keselamatan saat mengangkat kantong jenazah dari permukaan laut ke atas RIB.

Beberapa nelayan dengan perahu tradisional turut merapat ke lokasi untuk membantu proses evakuasi sekaligus memberikan informasi kepada tim SAR.

Foto lain memperlihatkan RIB Basarnas bersandar di sisi kapal penumpang saat proses pemindahan korban menuju jalur evakuasi ke Pelabuhan Banggai Laut.

Peta operasi yang dirilis Basarnas menunjukkan titik penemuan korban berada tidak jauh dari lokasi kejadian, namun tetap berada di area perairan yang menjadi fokus penyisiran tim SAR gabungan.

Dari total tiga orang penumpang perahu katinting, dua orang yakni Darwis (35) dan Aken (30) berhasil selamat, sedangkan Irman Dulati alias Adi ditemukan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama tiga hari.

Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan alat keselamatan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi keadaan darurat di laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *