InframeNews, Parigi Moutong
Senin, 13 Juli 2026
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengendalikan harga komoditas pangan setelah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara virtual, Senin (13/7/2026).
Rakor tersebut diikuti Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Aswini Dimpel, bersama perangkat daerah terkait.
Pemerintah pusat dalam rakor tersebut menekankan pentingnya menjaga stabilitas inflasi nasional, terutama melalui pengendalian harga komoditas strategis seperti beras, bawang putih, dan minyak goreng.
Usai mengikuti rakor, Aswini Dimpel meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dengan langkah nyata di lapangan.
Salah satu fokus utama adalah pengawasan harga beras, khususnya di luar program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), agar harga tetap terkendali dan terjangkau oleh masyarakat.
Menurut Aswini, pemerintah daerah akan menelusuri rantai distribusi beras mulai dari tingkat penggilingan hingga pasar guna mengetahui struktur biaya dan harga jual yang wajar. Hasil pemantauan tersebut akan disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi informasi harga.
Selain beras, Pemkab Parigi Moutong juga memberi perhatian terhadap kenaikan harga ikan di pasaran. OPD terkait diminta mengidentifikasi penyebabnya, mulai dari faktor cuaca, aktivitas nelayan, hingga distribusi dan biaya operasional.
“Hasil identifikasi ini akan menjadi dasar dalam menyusun langkah pengendalian yang lebih tepat sasaran,” ujar Aswini.
Pemerintah daerah juga akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia, pelaku usaha, dan instansi teknis lainnya guna menyusun strategi pengendalian inflasi yang lebih terintegrasi.
Di sektor pertanian dan usaha mikro, Pemkab akan mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk meningkatkan produksi dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, untuk menjaga stabilitas harga cabai, pemerintah akan melanjutkan program pemanfaatan pekarangan pangan dengan mengajak masyarakat menanam cabai di lingkungan rumah. Penyaluran bibit kepada petani juga dijadwalkan kembali pada Agustus mendatang guna menjaga ketersediaan pasokan.
Untuk komoditas bawang, Pemkab Parigi Moutong akan menjajaki kerja sama antara pelaku usaha dan pemasok agar distribusi tetap lancar dan harga di pasaran tetap stabil. Pemantauan juga akan dilakukan secara berkala mulai dari tingkat produsen hingga pasar.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, meningkatkan ketersediaan pasokan, serta melindungi daya beli masyarakat.(*)













