Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
DaerahKesehatanParigi Moutong

Pemkab Parigi Moutong Mulai Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

31
×

Pemkab Parigi Moutong Mulai Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid membuka Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting tingkat Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (6/10/2026). (Diskominfo)

Inframenews, Parigi Moutong
Selasa, 6 Oktober 2026

Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, membuka Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tingkat Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa (6/10/2026), sekaligus menjadi langkah penguatan penanganan stunting melalui keterlibatan lintas sektor.

Abdul Sahid membacakan sambutan tertulis Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, dalam kegiatan yang dihadiri berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Forkopimda, serta Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Parigi Moutong.

Turut hadir Ketua TP-PKK Parigi Moutong, pejabat pimpinan tinggi pratama, pimpinan BUMN dan BUMD, organisasi profesi, camat, serta tenaga pendamping lapangan.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik atau tinggi badan anak di bawah standar pertumbuhan.

Stunting juga berkaitan dengan tumbuh kembang, kemampuan belajar, kesehatan, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia Parigi Moutong pada masa depan.

Karena itu, penanganan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor.

“Pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, para kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan terutama keluarga harus bergerak dalam satu tujuan,” tegasnya.

Menurut Bupati, Genting dibangun sebagai bentuk kepedulian dan semangat gotong royong dalam mendukung keluarga yang membutuhkan.

Orang tua asuh tidak menggantikan peran orang tua kandung, tetapi memberikan dukungan terhadap pemenuhan gizi, layanan kesehatan, sanitasi, pola asuh, dan kebutuhan dasar anak.

Pemkab Parigi Moutong menekankan agar gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau penyerahan bantuan.

Pendampingan harus dilakukan secara konsisten, terukur, dan tepat sasaran melalui pemantauan tumbuh kembang anak serta pemenuhan kebutuhan gizi.

Pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui, pemberian ASI eksklusif, akses air bersih, dan lingkungan sehat juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Bupati meminta camat, kepala desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, TPPS, dan Pendamping Keluarga memetakan keluarga berisiko stunting di wilayah masing-masing.

Pemetaan tersebut diperlukan agar setiap anak yang membutuhkan pendampingan dapat teridentifikasi dan tidak terlewat dari program penanganan.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua asuh dan seluruh pihak yang mengambil bagian dalam Gerakan Genting.

“Satu anak yang berhasil kita selamatkan dari risiko stunting adalah satu masa depan yang berhasil kita jaga,” pungkas Abdul Sahid saat menutup pembacaan sambutan.

Setelah pembacaan sambutan, Abdul Sahid secara resmi membuka Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting tingkat Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *