Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
KesehatanKota PaluParlemenPKSPolitikPosoSulawesi Tengah

Sri Atun Soroti Kelangkaan Vaksin Rabies di Poso

22
×

Sri Atun Soroti Kelangkaan Vaksin Rabies di Poso

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah dari Fraksi PKS, Sri Atun, menyuarakan kelangkaan stok vaksin rabies di Kabupaten Poso saat FGD Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan (13/10/2026). DPRD Sulteng mendesak agar alokasi obat dan pemenuhan faskes disesuaikan dengan pemetaan penyakit endemik di tiap kabupaten/kota, khususnya di wilayah pelosok dan kepulauan. (Humas)

Inframenews, Palu
Rabu, 14 Oktober 2026

Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah dari Fraksi PKS, Sri Atun, menyoroti minimnya stok vaksin rabies di Kabupaten Poso yang belum mencukupi kebutuhan penanganan masyarakat setempat.

Masukan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion pembahasan Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kesehatan, Selasa, 13 Oktober 2026.

Sri Atun menilai persoalan di Poso menjadi bukti krusialnya kesiapan alokasi sumber daya kesehatan daerah untuk merespons potensi penyakit endemik di wilayah masing-masing.

Ia menegaskan pendekatan pelayanan medis di Sulawesi Tengah harus disesuaikan dengan peta kebutuhan lokal mengingat setiap daerah memiliki tantangan persoalan penyakit yang berbeda.

Selain masalah penanganan rabies, Sri Atun turut mendesak penguatan sarana dan prasarana kesehatan bagi fasilitas pelayanan di wilayah terpencil serta kepulauan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, menyoroti pentingnya sistem kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman wabah penyakit dan bencana alam.

Bunda Wiwik juga meminta pendalaman aturan terkait kesehatan matra serta penegasan ruang lingkup penyelenggaraan kesehatan dalam penyempurnaan rancangan regulasi tersebut.

Rangkaian masukan Komisi IV DPRD Sulteng ini diharapkan memperkuat aspek pencegahan agar regulasi kesehatan mampu menjawab dinamika kebutuhan fasilitas medis di lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *