Inframenews.id, Parigi – Kebakaran melanda sebuah lapak jualan kosong di Jalur Trans Sulawesi, Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (21/1/2025) pagi.
Api yang cepat membesar nyaris meludeskan bangunan gudang kosong yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.10 WITA. Warga sekitar dibuat panik setelah melihat kepulan asap tebal keluar dari sebuah box lapak kosong yang berada di pinggir jalan utama penghubung antarwilayah tersebut.
Salah seorang saksi mata, Putri Rahayu (18), pelajar yang berjualan minuman di lapak sebelah, mengaku pertama kali melihat asap muncul dari dalam box lapak yang sudah lama tidak digunakan.
Melihat kondisi itu, ia langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
“Saya lihat asap makin tebal dari dalam lapak kosong. Saya langsung teriak supaya warga datang membantu,” ungkap Putri di lokasi kejadian.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan air seadanya.
Namun, kobaran api justru semakin membesar lantaran di sekitar lapak terdapat tumpukan sampah dan kardus bekas yang mudah terbakar.
Api kemudian merembet dan mengenai pintu gudang kosong milik Dewa Putu Edi Putra alias Dewa Satria, warga Desa Balinggi, Kecamatan Balinggi, yang jaraknya hanya sekitar dua meter dari sumber api.
Sekitar pukul 09.15 WITA, satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Daerah Parigi Moutong tiba di lokasi, disusul personel Polsek Parigi yang dipimpin langsung Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang.
Dengan bantuan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.40 WITA.
Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp10 juta.
“Objek yang terbakar berupa satu unit box lapak jualan kosong serta kerusakan pada pintu gudang. Dugaan awal, api berasal dari dalam lapak dan dengan cepat menyambar material mudah terbakar di sekitarnya,” jelas IPTU Noldy.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di lokasi yang kerap dipenuhi bahan mudah terbakar.
“Kami mengingatkan warga agar tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi menyala serta menjaga kebersihan lingkungan dari sampah dan barang-barang mudah terbakar,” tegasnya.
Sekitar pukul 10.00 WITA, Tim Inafis Polres Parigi Moutong yang dipimpin AIPDA I Nyoman Mustika, S.H., bersama Pamapta IPDA Arda Arya Dikaryav, S.Tr.I.K., serta Kapolsek Parigi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Berdasarkan keterangan saksi dan analisis awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh obat nyamuk yang ditinggalkan menyala di dalam lapak kosong tersebut.
Lapak diketahui sempat ditempati seorang pemulung bersama anaknya, dan api diduga menyambar tumpukan kardus serta sampah hingga memicu kebakaran.
Laporan : Mul | Editor : Ahmad Tamsil












