Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaDaerahHeadlineLingkunganParigi MoutongPeristiwa

Karhutla di Parigi Utara, 30 Hektare Hangus

25
×

Karhutla di Parigi Utara, 30 Hektare Hangus

Sebarkan artikel ini
Kepulan asap masih terlihat di kawasan perbukitan Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, akibat kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan sekitar 30 hektare area perkebunan dan hutan. (Istimewa)

Inframenews.id, Parigi Moutong – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong.

Peristiwa ini menghanguskan puluhan hektare lahan dan sempat memicu kekhawatiran warga karena jarak api yang mendekati permukiman.

Kebakaran tersebut terpantau pertama kali pada Minggu (1/2/2026) malam di kawasan perbukitan Desa Avolua.

Api muncul dari area pegunungan yang berada di belakang permukiman warga, sebelum kemudian merambat ke hutan dan lahan perkebunan di sekitarnya.

Kondisi cuaca kering disertai hembusan angin cukup kencang membuat api cepat meluas.

Memasuki hari Senin, kobaran api tidak hanya membakar kawasan hutan, tetapi juga menghanguskan sejumlah kebun milik warga.

Asap tebal sempat menyelimuti wilayah desa dan menurunkan jarak pandang.

Warga pun meningkatkan kewaspadaan, terutama di Dusun III Desa Avolua, karena jarak titik api dengan rumah penduduk diperkirakan hanya puluhan meter.

Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Satpol PP, TNI, Polri, serta masyarakat setempat langsung diterjunkan ke lokasi.

Upaya pemadaman dilakukan sejak awal kejadian hingga Senin malam dan berlanjut sampai Selasa dini hari.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala medan yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Sejumlah titik api berada di puncak bukit, sehingga petugas lebih fokus melakukan penyekatan dan penjagaan untuk mencegah api menjalar ke area bawah.

Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.

Area yang terbakar didominasi wilayah pegunungan serta lahan perkebunan milik warga.

Dampak kebakaran juga dirasakan pengguna jalan. Kepulan asap sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi karena jarak pandang pengendara menurun di sekitar lokasi kejadian.

Hingga Selasa pagi sekitar pukul 09.00 Wita, tim reaksi cepat melaporkan kondisi di lapangan relatif terkendali.

Api sudah tidak terlihat secara kasat mata, namun asap masih terpantau di beberapa titik, yang mengindikasikan adanya bara api di dalam tanah.

Saat ini, petugas masih disiagakan di wilayah selatan Desa Avolua untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali meluas ke desa sekitar.

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi edaran bupati terkait larangan sementara pembakaran lahan kebun.

Cuaca panas dan angin kencang dinilai masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Laporan : Mul | Editor : Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *