Inframenews.id, Washington – Laporan intelijen Amerika Serikat menyebutkan bahwa serangan militer berskala besar sekalipun tidak akan cukup untuk menggulingkan pemerintahan Republik Islam Iran.
Melansir Republika, penilaian tersebut tertuang dalam asesmen yang disusun oleh Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat atau National Intelligence Council (NIC).
Laporan tersebut disusun sekitar sepekan sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Dalam dokumen tersebut, para analis intelijen mempelajari sejumlah kemungkinan skenario, mulai dari serangan terbatas yang menargetkan tokoh penting hingga serangan yang lebih luas terhadap institusi pemerintahan Iran.
Namun hasil analisis menunjukkan bahwa struktur kekuasaan Iran dinilai cukup kuat dan memiliki mekanisme internal untuk mempertahankan keberlangsungan pemerintahan, bahkan jika terjadi serangan militer besar dari luar.
Para analis juga menilai kecil kemungkinan kelompok oposisi di Iran mampu mengambil alih kekuasaan secara cepat apabila terjadi konflik berskala besar.
Hal ini karena sistem politik dan militer negara tersebut memiliki jaringan kekuatan yang cukup solid.
Laporan intelijen itu sekaligus memunculkan keraguan terhadap anggapan bahwa tekanan militer dari luar dapat dengan mudah menggoyahkan pemerintahan Iran.
Sejumlah pengamat menilai pemerintahan Iran memiliki struktur kepemimpinan yang berlapis serta dukungan institusi keamanan yang kuat, sehingga upaya perubahan rezim melalui operasi militer dinilai sulit untuk terwujud.
Penilaian intelijen tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangkaian serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran.












