Inframenews.id, Parigi Moutong – Pagi itu, Pantai Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyambut tahun dengan sunyi.
Langit perlahan membuka tirainya, menghadirkan semburat jingga dan emas yang memantul lembut di permukaan laut Parigi Utara.
Matahari pertama tahun 2026 terbit tanpa gegap gempita, namun justru di situlah keindahannya yang tenang, jujur, dan penuh harapan.
Di antara deretan pohon kelapa yang condong ke laut, cahaya pagi merayap pelan.
Air laut nyaris tak beriak, seolah ikut menahan napas menyambut awal waktu yang baru.
Jejak langkah di pasir basah menjadi saksi hadirnya manusia yang datang bukan sekadar melihat matahari, tetapi merasakan maknanya.
Kabupaten Parigi Moutong dikenal sebagai daerah dengan garis pantai yang sangat panjang, mencapai sekitar 472 kilometer.
Pantai-pantai itu membentang dari wilayah utara hingga selatan, menghadirkan teluk, tanjung, pasir putih, hingga laut yang tenang.
Panjangnya garis pantai tersebut menjadikan Parigi Moutong memiliki potensi wisata bahari yang begitu kaya dan beragam.
Matahari pertama tahun ini seakan menegaskan kekayaan itu.
Cahaya pagi menyentuh laut, pasir, dan dedaunan, memperlihatkan betapa alam Parigi Moutong menyimpan keindahan yang tulus dan alami.
Namun di balik pesona tersebut, terselip harapan agar keindahan ini tidak hanya dinikmati oleh warga sekitar, tetapi juga mampu menarik langkah wisatawan dari berbagai daerah.
Memasuki tahun 2026, harapan pun tumbuh agar potensi wisata bahari Parigi Moutong semakin dikembangkan
Tentunya dengan penataan yang baik, promosi yang berkelanjutan, serta keterlibatan masyarakat pesisir.
Sebab akan sangat disayangkan jika alam seindah ini hanya menjadi cerita sunyi, tanpa memberi dampak bagi kesejahteraan dan kebanggaan daerah.
Seperti Pantai Pangi yang setia menerima pasang dan surut, Parigi Moutong pun memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh.
Matahari pertama 2026 telah terbit, membawa pesan tentang awal yang baru tentang harapan, tentang potensi, dan tentang keyakinan bahwa keindahan alam, bila dijaga dan dikembangkan, akan menemukan jalannya untuk dikenal dunia.(*)
Penulis : Isong












