Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaDaerahHeadlineLingkunganPeristiwa

BPBD Parigi Moutong Padamkan Karhutla dengan Alat Seadanya di Ambason Mekar

29
×

BPBD Parigi Moutong Padamkan Karhutla dengan Alat Seadanya di Ambason Mekar

Sebarkan artikel ini
Petugas BPBD bersama warga memadamkan api dengan alat seadanya di lahan kering Desa Ambason Mekar, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong, Sulteng, Senin (19/01/2026). (Dok. BPBD).

Inframenews.id, Tinombo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Desa Ambason Mekar, Kecamatan Tinombo, sejak Minggu (18/1/2026) siang.

Lokasi yang berada di wilayah pegunungan membuat upaya pemadaman berlangsung dengan alat seadanya dan mengandalkan tenaga masyarakat.

Kebakaran pertama kali terpantau sekitar pukul 14.00 WITA dan hingga Minggu malam api belum juga padam.

Angin yang bertiup kencang serta vegetasi ilalang yang kering mempercepat perambatan api hingga mendekati permukiman warga di Dusun IV.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Muhammad Rivai, membenarkan kondisi tersebut.

“Berdasarkan pemantauan awal, api sudah berada di kaki gunung dan mengarah ke permukiman warga,” kata Rivai.

Senin pagi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong bersama aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga setempat kembali menaiki lereng-lereng untuk memadamkan api.

Karena akses tidak dapat dilalui mobil pemadam, seluruh proses dilakukan secara manual.

Warga dan petugas membawa karung goni basah, ranting hijau, sekop, jeriken air, hingga semprotan pertanian milik warga untuk menjinakkan kobaran yang bisa dijangkau.

“Pemadaman dibantu masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan aparat pemerintah setempat,” ujar Rivai.

Suasana di lapangan penuh keterbatasan. Asap tebal sering memaksa petugas menunduk sambil memukul ilalang yang terbakar.

Di sisi lain, tim lain bolak-balik mengisi air dari sungai kecil untuk direndamkan ke karung ataupun jeriken.

Medan yang terjal dan berbatu membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan cepat.

Namun jalur api yang mengarah ke permukiman berhasil dikendalikan menjelang siang.

Manager Pusdalops BPBD Parigi Moutong, Ferian Alfrianto, mengatakan titik api terdekat dengan permukiman berada sekitar 300 meter.

“Yang menuju ke permukiman warga sudah mulai bisa dikendalikan,” ujarnya.

Dugaan Penyebab dan Tantangan di Lapangan

BPBD menduga kebakaran berawal dari aktivitas pembakaran kayu di lahan kebun milik warga.

“Ada masyarakat yang membakar kayu-kayu di lahan kebun mereka. Dikira apinya sudah mati, ternyata masih ada,” jelas Rivai.

Angin kencang kemudian membuat api cepat membesar dan menjalar ke wilayah pegunungan.

Hingga Senin siang masih terdapat titik api yang jauh dari permukiman dan belum sepenuhnya padam.

Selain medan, keterbatasan alat juga menjadi tantangan utama.

“Medannya berat dan alat terbatas, jadi pakai apa yang ada,” ucap seorang anggota TRC kepada petugas Pusdalops melalui sambungan telepon.

Tidak Ada Korban, BPBD Keluarkan Imbauan

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsian akibat kejadian ini.

Pemantauan dan asesmen lapangan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

BPBD Parigi Moutong mengimbau warga:

  • Tidak melakukan pembakaran lahan.
  • Melapor jika melihat titik api baru.
  • Tidak mendekati area kebakaran demi keselamatan.

“Pemadaman tetap dilanjutkan sampai situasi dinyatakan aman,” tegas Rivai.

Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan masih bersiaga di lokasi untuk mencegah karhutla meluas kembali akibat perubahan arah angin.

Laporan : Ahmad Sauki | Editor : Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *