Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaHeadlineParigi MoutongPeristiwa

Dua Nelayan Parigi Moutong Dilaporkan Hilang

42
×

Dua Nelayan Parigi Moutong Dilaporkan Hilang

Sebarkan artikel ini
'Rumpon' FAD, nr Bangga, Gorontalo, Sulawesi, Indonesia. (Istimewa)

Inframenews.id, Parigi – Dua nelayan dilaporkan hilang setelah kapal rompon yang mereka tumpangi mengalami putus dan hanyut di perairan Laut Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hingga kini, keberadaan kapal beserta dua nelayan tersebut belum diketahui.

Informasi kejadian ini diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu dari pemilik kapal, Rahmat, pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 08.12 Wita. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas unsur terkait.

Berdasarkan keterangan yang diterima Basarnas, kapal rompon tersebut dilaporkan mengalami putus dan hanyut sejak Selasa (20/12/2025) sekitar pukul 15.25 Wita. Sejak saat itu, kapal tidak lagi dapat dihubungi atau mengalami lost contact.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di perairan Laut Parigi Moutong dengan titik koordinat 0°52’02.0″S – 121°01’24.1″E. Lokasi tersebut berjarak sekitar 37 nautical mile (Nm) dari Pos SAR Parigi, dengan estimasi waktu tempuh sekitar empat jam perjalanan laut.

Setelah kejadian tersebut, pihak keluarga bersama masyarakat nelayan setempat sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri. Namun keterbatasan peralatan serta kondisi perairan membuat pencarian belum membuahkan hasil.

Seiring belum ditemukannya kapal maupun korban, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Palu untuk mendapatkan bantuan pencarian dan pertolongan.

Dalam laporan tersebut, disebutkan dua nelayan yang berada di atas kapal rompon masing-masing bernama Marzuki (50) dan Wisno Bahalamu (48).

Keduanya diketahui beraktivitas di sekitar perairan Laut Parigi Moutong sebelum kejadian terjadi.

Kondisi kapal rompon yang putus dan hanyut diduga dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kondisi perairan.

Namun demikian, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pencarian dan informasi lanjutan di lapangan.

Basarnas Palu memastikan setiap laporan kecelakaan laut menjadi perhatian serius, mengingat aktivitas melaut memiliki risiko tinggi, terutama di wilayah perairan terbuka seperti Laut Parigi Moutong.

Pihak Basarnas juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk segera melaporkan apabila memperoleh informasi atau menemukan tanda-tanda keberadaan kapal rompon tersebut di sekitar wilayah perairan.

Hingga berita ini diturunkan, kedua nelayan masih dinyatakan hilang dan menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Laporan : Mul | Editor : Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *