Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaHeadlineParigi MoutongPeristiwa

Nelayan Hilang di Perairan Bantaya Ditemukan Selamat

28
×

Nelayan Hilang di Perairan Bantaya Ditemukan Selamat

Sebarkan artikel ini
Nelayan korban kecelakaan kapal berada di atas RIB Tim SAR gabungan usai ditemukan selamat di perairan Bantaya, Parigi Moutong, Rabu (21/1/2026). (Pol Airud)

Inframenews.id, Parigi – Seorang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di perairan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan, Rabu (21/1/2026).

Operasi pencarian dan pertolongan (Ops SAR) dilaksanakan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Pos SAR Parigi bersama unsur potensi SAR lainnya.

Tim SAR tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 10.05 Wita dan langsung melaksanakan briefing terkait kesiapan personel, peralatan, pembagian tugas, serta penerapan keselamatan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) BASARNAS.

Saat proses pencarian berlangsung, sekitar pukul 10.35 Wita, tim SAR gabungan menerima informasi bahwa korban telah ditemukan lebih dulu oleh nelayan setempat.

Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada koordinat 0°35’36.99″S – 120°14’30.67″E, atau sekitar 1 nautical mile dari lokasi kejadian.

Selanjutnya, korban dievakuasi ke Desa Bantaya, Kecamatan Parigi, dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Berdasarkan keterangan korban, perahu yang digunakannya mengalami kerusakan berupa patahnya as kemudi saat berada di laut.

Dengan telah ditemukannya korban, pada pukul 11.10 Wita operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.

Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih.

Korban diketahui bernama Syamun (36), seorang nelayan asal Desa Bantaya.

Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Tim Rescue Pos SAR Parigi, Pos TNI AL, Polair, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Adapun peralatan yang digunakan meliputi Rigid Inflatable Boat (RIB), rescue car, peralatan SAR air, peralatan komunikasi, peralatan medis, dan peralatan evakuasi.

Pada saat operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin 3–19 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2 meter.

Laporan : Mul | Editor : Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *