Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
Internasional

Banyak Tentara AS Diduga Cari Cara Hindari Penugasan Perang Melawan Iran

20
×

Banyak Tentara AS Diduga Cari Cara Hindari Penugasan Perang Melawan Iran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat. Sejumlah tentara dilaporkan mencari cara untuk menghindari penugasan perang melawan Iran di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. (Foto: Ilustrasi)

Inframenews.id, Washington – Sejumlah prajurit Amerika Serikat dilaporkan mulai mencari cara untuk menghindari penugasan militer terkait potensi perang melawan Iran di kawasan Timur Tengah.

Dilansir dari Republika, sebuah lembaga advokasi yang membantu prajurit menolak keterlibatan dalam konflik menyebut layanan hotline mereka menerima lonjakan panggilan dari anggota militer aktif yang ingin mengetahui cara menolak tugas perang.

Direktur eksekutif lembaga Center on Conscience & War, Mike Prysner, mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir telepon dari para prajurit terus berdatangan.

Mereka mencari informasi mengenai hak dan prosedur bagi tentara yang menolak ikut serta dalam konflik bersenjata.

Lembaga tersebut diketahui membuka layanan konsultasi bagi anggota militer yang secara moral menolak berpartisipasi dalam perang.

Menurut Prysner, sebagian prajurit menilai konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran sebagai perang yang tidak semestinya terjadi.

Lonjakan permintaan bantuan ini disebut berkaitan dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta kemungkinan pengerahan lebih banyak pasukan Amerika ke wilayah tersebut.

Selain itu, laporan mengenai korban pertama warga Amerika dalam konflik tersebut juga memicu kegelisahan di kalangan militer.

Kondisi ini membuat sebagian prajurit mulai mempertanyakan peran mereka dalam operasi militer yang sedang berlangsung.

Prysner menilai banyak tentara yang sebenarnya tidak ingin terlibat dalam konflik tersebut dan mulai mencari jalan untuk menghindari penugasan tempur.

Situasi ini juga memunculkan perdebatan mengenai kebijakan militer Amerika Serikat di Timur Tengah serta dampaknya terhadap prajurit yang ditugaskan di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *