Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
LingkunganParigi Moutong

Bupati Parigi Moutong Terima Tim KLH, Bahas Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

11
×

Bupati Parigi Moutong Terima Tim KLH, Bahas Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menerima kunjungan Tim Pendamping Kementerian Lingkungan Hidup dalam pembahasan strategi pengelolaan sampah berkelanjutan, Senin (30/03/2026). (Diskominfo)

Inframenews.id, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menerima kunjungan Tim Pendamping dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka penguatan pengelolaan sampah daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang kerja Bupati, Senin (30/03/2026).

Pertemuan ini turut dihadiri Ketua DPRD Parigi Moutong serta sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Dinas Pekerjaan Umum.

Dalam kesempatan itu, Tim Pendamping menyampaikan bahwa Parigi Moutong menjadi salah satu daerah yang mendapatkan pendampingan khusus dalam pengelolaan sampah. Program ini bertujuan untuk mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, efektif, dan berkelanjutan.

Pembahasan difokuskan pada strategi pengolahan sampah, termasuk perencanaan zonasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), penguatan pengelolaan sampah anorganik, serta optimalisasi bank sampah. Kementerian juga berencana membantu mencarikan mitra atau buyer untuk pengolahan sampah plastik agar memiliki nilai ekonomi.

Selain itu, aspek komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) juga menjadi perhatian. Dinas Kominfo diharapkan berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah kepada masyarakat, khususnya di lingkungan perumahan, pasar, dan perkantoran.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menegaskan pentingnya edukasi masyarakat serta dukungan inovasi dalam pengelolaan sampah.

Ia menyebutkan, saat ini telah muncul inisiatif dari generasi muda di wilayah Kotaraya yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Menurutnya, inovasi tersebut perlu didukung karena berpotensi mengurangi volume sampah secara signifikan.

Selain itu, pertemuan juga membahas potensi pengolahan sampah organik, khususnya dari limbah kulit durian. Hal ini dinilai strategis mengingat terdapat sekitar 17 packing house durian di Parigi Moutong, sehingga limbah organik dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi awal dalam rangka pendampingan. Tim dari kementerian juga dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas pengelolaan sampah di berbagai lokasi, seperti pasar, kawasan permukiman, dan perkantoran.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kementerian, dan masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah di Parigi Moutong dapat semakin baik, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *