Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
Parigi MoutongPendidikan

Disdikbud Parigi Moutong Libatkan 47 Sekolah dalam Program Literasi Digital

2
×

Disdikbud Parigi Moutong Libatkan 47 Sekolah dalam Program Literasi Digital

Sebarkan artikel ini
Kegiatan pelatihan bagi kepala sekolah dan guru SD yang digelar di aula Kantor Disdikbud Parigi Moutong sejak Senin, 27 April 2026. (Foto: ELY LEU)

Inframenews.id, Parigi Moutong – Senin, 27 April 2026

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong melibatkan sebanyak 47 sekolah dalam program peningkatan kompetensi literasi digital yang diyakini mampu mendorong pemerataan mutu pendidikan di daerah.

Program tersebut resmi dimulai melalui kegiatan pelatihan bagi kepala sekolah dan guru Sekolah Dasar (SD) yang digelar di Aula Kantor Disdikbud Parigi Moutong.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Parigi Moutong, Farid, mengatakan program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat literasi digital tenaga pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi.

“Sebanyak 47 sekolah dasar dilibatkan dalam program ini, dengan 11 sekolah yang memiliki capaian literasi dan numerasi grade A dan B ditetapkan sebagai pilot project,” ujarnya.

Menurut Farid, sekolah-sekolah yang ditetapkan sebagai pilot project nantinya akan menjadi percontohan sekaligus membina sekolah lain melalui skema sister school atau sekolah imbas.

“Standar mutu pendidikan kita sudah jelas, yaitu berdasarkan rapor pendidikan, literasi, dan numerasi, bukan lagi pada stigma sekolah favorit. Ini yang ingin kita ratakan di semua sekolah,” katanya.

Ia menegaskan, guru merupakan kunci utama dalam transformasi pendidikan di era digital. Karena itu, peningkatan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi menjadi salah satu prioritas utama Disdikbud Parigi Moutong.

Farid juga mengingatkan agar fasilitas digital yang tersedia di sekolah dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran.

Selain itu, ia menyoroti masih adanya sekolah yang belum mampu memaksimalkan penggunaan media ajar digital sebagai sarana belajar mengajar.

“Bulan depan kami akan lanjutkan dengan pendampingan pembuatan konten media ajar agar bisa langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar,” ungkapnya.

Program tersebut dirancang untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong, mulai dari Kecamatan Sausu hingga Moutong, dengan target pemerataan kualitas pendidikan berbasis data rapor pendidikan.

Selain menjalankan program literasi digital, Disdikbud Parigi Moutong juga akan melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah. Capaian rapor pendidikan akan menjadi salah satu indikator utama dalam proses penilaian.

Dalam pelaksanaannya, Disdikbud menggandeng komunitas Topompaguru sebagai pemateri untuk memberikan pendampingan kepada para peserta.

Para peserta tidak hanya dilatih mengisi data, tetapi juga diajarkan menganalisis dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang teridentifikasi dalam rapor pendidikan.

“Hasil evaluasi kami menunjukkan masih banyak sekolah yang jarang membuka rapor pendidikan atau belum memahami cara menindaklanjutinya. Padahal ini menjadi tolok ukur mutu pendidikan secara nasional,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari jenjang SD dan akan dilanjutkan untuk jenjang SMP pada hari berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *