Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
Parigi MoutongPendidikan

Gangguan Server Saat TKA, Belasan Siswa di Parigi Moutong Gagal Selesaikan Ujian

2
×

Gangguan Server Saat TKA, Belasan Siswa di Parigi Moutong Gagal Selesaikan Ujian

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim. (Foto: ELY LEU)

Inframenews.id, Parigi Moutong – Senin, 27 April 2026

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kabupaten Parigi Moutong diwarnai sejumlah kendala teknis. Belasan siswa dilaporkan tidak mampu menyelesaikan ujian akibat gangguan server saat pelaksanaan ujian berbasis online.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong mengungkapkan, hasil evaluasi TKA gelombang pertama tahap satu dan dua menunjukkan terdapat 12 siswa di salah satu sekolah yang tidak dapat menuntaskan ujian karena waktu habis saat terjadi gangguan jaringan.

Sementara itu, hanya lima siswa lainnya yang berhasil menyelesaikan ujian tanpa kendala berarti.

Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan persoalan tersebut seharusnya dapat diantisipasi sejak awal melalui simulasi dan gladi yang telah dilaksanakan sebelum ujian berlangsung.

“Seharusnya jika saat simulasi jaringan tidak memadai, sekolah tidak memaksakan melaksanakan TKA secara mandiri dan bisa bergabung dengan sekolah lain yang memiliki jaringan lebih baik,” ujar Ibrahim.

Selain gangguan teknis, Disdikbud Parigi Moutong juga menemukan adanya pelanggaran tata tertib selama pelaksanaan ujian.

Menurut Ibrahim, beberapa pengawas silang diketahui belum memahami aturan yang telah ditetapkan, termasuk larangan mendokumentasikan kegiatan ujian.

Dalam pelaksanaan TKA berbasis online, hanya pengawas dan teknisi yang diperbolehkan berada di dalam ruangan ujian. Bahkan, petugas dari dinas yang melakukan pemantauan hanya berada di luar ruangan.

“Namun, di salah satu sekolah di Kecamatan Tinombo Selatan ditemukan guru dan teknisi yang mengambil foto serta video selama ujian berlangsung dan mengunggahnya ke media sosial,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, Disdikbud Parigi Moutong menerima teguran dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah.

“Kami langsung diminta menghubungi pihak sekolah untuk segera menurunkan konten tersebut,” ungkapnya.

Menindaklanjuti kendala yang dialami para siswa, Disdikbud Parigi Moutong telah mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah agar peserta yang terdampak dapat mengikuti ujian ulang melalui gelombang khusus.

Selain itu, pihaknya juga membuka kesempatan bagi sekolah lain yang mengalami kendala serupa untuk segera melaporkan kondisi tersebut agar dapat difasilitasi mengikuti ujian susulan.

“Kalau ada kendala yang sama dan berpotensi mempengaruhi nilai siswa, silakan dilaporkan agar bisa diikutkan dalam gelombang khusus,” tandas Ibrahim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *