Inframenews.id, Sigi – Sabtu, 20 Juni 2026
Kunjungan Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., ke Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, mengungkap fakta bahwa masih ada warga yang hingga kini bertahan di hunian sementara (huntara) sejak gempa bumi yang terjadi pada 2018.
Hal tersebut disampaikan seorang warga bernama Waris Wati saat bertemu langsung dengan Bunda Wiwik di sela penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.
Perempuan yang merupakan warga Dusun III Desa Kamarora B itu mengaku hingga kini belum pernah menerima bantuan rumah permanen meski telah beberapa kali menyerahkan dokumen yang diminta.
“Saya orang kampung sini Bu. KTP saya juga tertulis kalau saya warga Kamarora,” ujar Wati.
Dalam kesempatan itu, Wati menyampaikan keluh kesahnya kepada Bunda Wiwik. Ia mengatakan sejak gempa tahun 2018 dirinya bersama keluarga masih tinggal di huntara yang kondisinya kini semakin memprihatinkan.
“Saya orang sini (Kamarora) Bu. Tapi sejak 2018 sama sekali tidak dapat bantuan Bu. Saya tidak dapat bantuan rumah sama sekali. Makanya kami tetap bertahan di huntara, walaupun kondisinya sudah banyak yang ambruk. Apalagi saat gempa barusan tambah rusak Bu,” tuturnya.
Wati juga mengaku pernah diminta menyerahkan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk sebagai persyaratan pendataan. Namun hingga kini, ia mengaku belum mengetahui alasan dirinya belum mendapatkan bantuan hunian tetap.
“Kalau alasannya kenapa saya belum dapat, saya juga tidak tahu Bu,” katanya.
Melalui pertemuan tersebut, Wati berharap keluhannya dapat diperjuangkan oleh Bunda Wiwik selaku anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah agar mendapat perhatian dari instansi terkait.
Ia berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti persoalan yang dihadapinya sehingga dirinya bersama keluarga memperoleh kepastian mengenai bantuan hunian yang telah lama dinantikan.












