Inframenews, Parigi Moutong
Kamis, 27 Agustus 2026
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla akibat musim kemarau.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Kantor BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (26/8/2026).
Rakor dipimpin Sekretaris Daerah Parigi Moutong Zulfinasran secara virtual dan diikuti unsur TNI, BMKG, kecamatan, serta pemerintah desa.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong Moh. Rivai bersama Forkopimda dan OPD terkait mengikuti rapat dari Kantor BPBD.
Rivai menyampaikan pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla dari Kecamatan Palasa hingga Kecamatan Moutong.
“Untuk Kabupaten Parigi Moutong, kita menetapkan siaga darurat kekeringan dan karhutla dari wilayah Kecamatan Palasa sampai Kecamatan Moutong,” ujar Rivai.
Zulfinasran meminta layanan darurat Call Center 112 terus disosialisasikan agar masyarakat mudah melaporkan kejadian darurat.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
“Segera ke titik-titik wilayah yang mengalami kekeringan. Standby-kan semua mobil tangki yang bisa menyuplai air bersih,” tegas Zulfinasran.
Perangkat daerah yang membidangi pertanian juga diminta mendata lahan yang berpotensi terdampak kekeringan dan mengancam produksi.
Dinas Pekerjaan Umum diminta berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk membahas penyediaan pompa air bagi jaringan irigasi.
Dinas Kesehatan juga diminta meningkatkan pemantauan terhadap kemungkinan munculnya penyakit yang berkaitan dengan kondisi kekeringan.
Sementara Dinas Ketahanan Pangan diminta mengantisipasi gangguan produksi pertanian yang berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan masyarakat.
BMKG turut mengingatkan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan karena September menjadi salah satu periode puncak musim kemarau.
Kepala Stasiun Meteorologi Sis Aljufri Palu Taufiq Hidayah menyebut sejumlah wilayah bagian selatan masih berpotensi mengalami hujan hingga sekitar 29 Agustus.
Setelah periode tersebut, kondisi cuaca diperkirakan kembali cenderung kering, terutama mulai 1 September dan beberapa hari berikutnya.
Potensi karhutla juga masih cukup tinggi di wilayah utara Parigi Moutong, termasuk Palasa, Tinombo, Bolano, Moutong dan sekitarnya.
BMKG akan terus memperbarui informasi potensi karhutla setiap pekan sebagai bahan pemerintah daerah menentukan langkah antisipasi.
Pemkab Parigi Moutong memastikan hasil rakor akan ditindaklanjuti melalui kesiapsiagaan lintas sektor menghadapi kekeringan dan karhutla.
Langkah tersebut mencakup pemenuhan air bersih, perlindungan pertanian, pemantauan kesehatan, ketahanan pangan, serta pencegahan karhutla.(*)













