Inframenews, Parigi Moutong
Kamis, 27 Agustus 2026
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase memantau langsung lokasi banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dan memerintahkan penanganan cepat.
Banjir bandang terjadi sekitar pukul 01.00 WITA, Rabu (26/8/2026), setelah hujan berintensitas tinggi menyebabkan sungai meluap ke permukiman warga.
Bupati tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WITA bersama unsur Forkopimda dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.
Di lokasi, Erwin Burase menginstruksikan pembentukan posko dan pendataan menyeluruh terhadap kerugian serta kebutuhan masyarakat terdampak.
“Langkah pertama, posko harus segera berdiri dan siap beroperasi. Selanjutnya, lakukan pendataan menyeluruh atas kerugian,” tegas Erwin.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman diminta segera memeriksa kondisi rumah warga untuk memastikan kebutuhan bantuan.
Warga yang mengungsi di rumah kerabat juga diminta segera didata agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan.
Bupati menyebut pemerintah daerah dapat menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat pencairan Belanja Tidak Terduga dalam penanganan bencana.
Pengerahan alat berat menjadi salah satu prioritas untuk membersihkan kayu dan material yang terbawa arus hingga masuk ke permukiman.
Dinas PUPR juga diminta melakukan pemantauan menggunakan drone untuk memetakan kondisi sungai dan wilayah terdampak.
Normalisasi sungai diperlukan untuk mengembalikan aliran air ke jalur semula sekaligus mengurangi risiko banjir kembali terjadi.
“Kami khawatir jika hujan turun lagi malam ini, banjir bisa datang lebih besar dan lebih merusak,” ujar Erwin.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, sebanyak 12 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang tersebut.
Bupati juga menyoroti kemungkinan material sisa kebakaran hutan dan lahan sebelumnya ikut terbawa arus saat hujan deras.
Selain alat berat, tenaga manual diperlukan karena sejumlah titik sulit dijangkau mesin untuk dilakukan pembersihan.
Pemkab menyiapkan sekitar 50 sekop, sementara personel Batalyon 873 turut dikerahkan untuk membantu proses penanganan di lapangan.
Posko induk juga segera dibentuk sebagai pusat penerimaan dan penyaluran bantuan agar distribusinya terkoordinasi serta tepat sasaran.
Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita menjadi prioritas dalam pendataan serta pemberian bantuan.
Pemkab Parigi Moutong memastikan penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak.(*)













