Inframenews, Jakarta
Kamis, 3 September 2026
Kementerian Kesehatan RI menyatakan kesiapan mendukung peningkatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong, termasuk pengadaan alkes dan penguatan rumah sakit.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menerima Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Parigi Moutong Zulfinasran dan Kepala Bappelitbangda Irwan di Ruang Rapat 215 Gedung Adhyatma Kemenkes RI.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Parigi Moutong memaparkan kondisi geografis dan kebutuhan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Parigi Moutong saat ini memiliki tiga RSUD, yakni RSUD Anuntaloko, RSUD Raja Tombolotutu, dan RSUD Buluye Napoae.
Selain itu, terdapat 24 puskesmas yang tersebar di 23 kecamatan untuk melayani masyarakat di wilayah tersebut.
Pemkab Parigi Moutong mengusulkan pembangunan tujuh gedung puskesmas baru dan 18 puskesmas pembantu.
Usulan lainnya meliputi pengadaan 18 ambulans, enam instalasi pengolahan air limbah, 21 water treatment plant, dan tujuh sistem PLTS.
Pemkab juga mengusulkan pemenuhan sarana serta alat kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan.
Untuk RSUD Anuntaloko, pemerintah daerah mengusulkan penguatan layanan kanker, jantung, stroke, uronefroologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Usulan tersebut mencakup rehabilitasi gedung bersalin dan nifas, pengadaan ambulans, genset, serta tambahan alat kesehatan.
RSUD Raja Tombolotutu juga membutuhkan penguatan fasilitas karena tingginya angka rujukan dan kondisi alat kesehatan yang rentan mengalami korosi akibat lokasi pesisir.
Pemkab mengusulkan pembangunan Gedung Unit Transfusi Darah, rehabilitasi ruang operasi dan IGD, penambahan poli rawat jalan, serta pemenuhan alat kesehatan.
Sementara itu, RSUD Buluye Napoae membutuhkan pembangunan berbagai fasilitas penunjang pelayanan kesehatan secara komprehensif.
Fasilitas yang diusulkan meliputi gedung rawat inap, UTD, ruang operasi, laboratorium, IGD, radiologi, gizi, laundry, dan pemulasaran jenazah.
Pemkab juga mengusulkan pembangunan rumah dinas atau rusunawa staf, pengadaan ambulans, serta pemenuhan alat kesehatan modern.
Menanggapi usulan tersebut, Kementerian Kesehatan menyatakan akan menyesuaikan standar alat kesehatan pada tiga RSUD di Parigi Moutong.
Kemenkes juga menyatakan kesiapan mendukung rehabilitasi gedung rumah sakit dan puskesmas yang belum memenuhi standar pelayanan.
Selain itu, Kemenkes akan memilih satu dari tiga RSUD Parigi Moutong yang memenuhi kriteria untuk ditingkatkan menuju rumah sakit berstandar nasional.
Dukungan infrastruktur juga mencakup pembangunan rumah dinas di RSUD dan puskesmas serta rusun tenaga medis di RSUD Buluye Napoae.
Kemenkes turut membuka peluang pembiayaan pendidikan bagi putra-putri daerah berprestasi asal Parigi Moutong.
Fasilitas pendidikan tersebut mencakup Fakultas Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, hingga pendidikan dokter spesialis pada universitas yang direkomendasikan Kemenkes.
Dukungan tersebut diharapkan memperkuat pemerataan dan modernisasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong.(*)









