Inframenews.id, Palu – Kamis, 9 April 2026
Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Takwin, menyoroti alokasi anggaran pembelian alat olahraga (gym) oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang nilainya mencapai hampir Rp440 juta.
Takwin mengaku telah mengecek langsung dokumen anggaran dan memastikan informasi tersebut benar adanya.
“Valid (infonya),” ujarnya singkat saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ia menyayangkan kebijakan tersebut, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini sedang diterapkan pemerintah.
Menurutnya, dari sisi urgensi, pengadaan alat gym perlu dipertimbangkan kembali, mengingat masih banyak kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.
“Kita bicara urgensi dulu. Kalau untuk menjaga kesehatan pejabat, ada olahraga yang lebih murah seperti jalan kaki atau jogging,” katanya.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Sulteng, Takwin menilai masih banyak infrastruktur yang membutuhkan perhatian serius, terutama di sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala.
Ia mencontohkan kondisi jalan di beberapa desa di Kecamatan Banawa Selatan dan Balaesang Tanjung yang masih rusak parah, serta persoalan abrasi pantai di Desa Lembasada.
“Kalau anggaran Rp400 juta itu digunakan untuk pembangunan bronjong atau tanggul laut, saya kira bisa membantu menahan abrasi,” ujarnya.
Takwin pun meminta pemerintah provinsi agar lebih bijak dalam mengalokasikan belanja daerah, sehingga benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, ia juga menyoroti adanya pemangkasan anggaran di sejumlah sektor, termasuk untuk operasional monitoring dan evaluasi (monev) di tingkat cabang dinas yang dinilai sangat terbatas.
Meski demikian, Takwin mengaku akan menelusuri lebih lanjut detail pengalokasian anggaran tersebut karena bukan bagian dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
“Saya akan cek lagi satu per satu di dokumen APBD,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari upaya konstruktif dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah, bukan bentuk oposisi.
“Kami memberikan kritik justru untuk membantu pemerintah agar tetap berjalan pada rel yang semestinya. PKS tetap bersama rakyat tanpa meninggalkan etika dalam koalisi,” tandasnya.












