Inframenews.id, Jakarta – Kamis, 9 April 2026
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun merespons pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) terkait wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan kebijakan terkait harga energi.
Melansir dari media CNN Indonesia, Misbakhun menilai keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM saat ini sudah melalui perhitungan matang, terutama dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan dampaknya terhadap masyarakat.
Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak diambil secara sembarangan, melainkan melalui kalkulasi fiskal yang komprehensif.
Menurutnya, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan tetap mempertahankan harga BBM, meskipun tekanan dari kenaikan harga minyak dunia terus meningkat.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi global yang tidak menentu.
Misbakhun juga mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM dapat berdampak luas, termasuk memicu inflasi dan menekan perekonomian masyarakat.
Oleh karena itu, kebijakan menahan harga BBM dinilai sebagai langkah strategis untuk melindungi kepentingan publik.
Di sisi lain, pernyataan Jusuf Kalla yang menyinggung kemungkinan penyesuaian harga BBM dinilai sebagai bagian dari pandangan berbeda dalam melihat kondisi ekonomi nasional.
Namun, pemerintah tetap berpegang pada kebijakan yang dianggap paling tepat dalam situasi saat ini.
Perdebatan terkait kebijakan harga BBM pun mencerminkan dinamika dalam pengambilan keputusan ekonomi di tengah tekanan global, sekaligus menunjukkan pentingnya keseimbangan antara stabilitas fiskal dan perlindungan terhadap masyarakat.












