Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
Kota Palu

SMPIT Al Fahmi Pentaskan Permainan Tradisional di Milad ke-24 PKS

14
×

SMPIT Al Fahmi Pentaskan Permainan Tradisional di Milad ke-24 PKS

Sebarkan artikel ini
Siswa SMPIT Al Fahmi Kota Palu menampilkan teater bertema Berani No More dengan mengangkat permainan tradisional tilako pada peringatan Milad ke-24 PKS di Kota Palu sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. (Humas)

Inframenews.id, Palu – Sabtu, 16 Mei 2026

SMP Islam Terpadu Al Fahmi Kota Palu tampil memukau dalam pagelaran teater bertema Berani No More dengan mengangkat permainan tradisional tilako pada peringatan Milad ke-24 PKS yang digelar di Kota Palu.

Penampilan tersebut berhasil menyita perhatian penonton melalui sajian teatrikal yang memadukan unsur budaya lokal, permainan rakyat, serta kolaborasi musik yang seluruhnya dimainkan oleh para siswa.

Pertunjukan itu mengangkat pesan tentang pentingnya melestarikan permainan tradisional yang kini mulai tergerus perkembangan teknologi digital.

Melalui pementasan tersebut, para siswa menyuarakan harapan agar permainan rakyat tetap mendapat ruang sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.

Sutradara sekaligus penggarap naskah, Nurdewi, mengatakan pemilihan permainan tilako bukan tanpa alasan. Menurutnya, permainan tersebut kini mulai jarang dimainkan anak-anak.

“Permainan tilako kami pilih karena saat ini sudah nyaris punah. Di era digital sekarang, permainan yang menguji ketangkasan secara langsung mulai tergantikan oleh permainan digital yang lebih diminati anak-anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertunjukan tersebut sengaja dikemas dengan sentuhan komedi ringan yang diangkat dari kehidupan sehari-hari anak-anak di Kota Palu agar lebih dekat dengan penonton.

“Kami juga memasukkan beberapa unsur komedi dalam pertunjukan ini agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan santai namun tetap bermakna,” tambahnya.

Kemeriahan pertunjukan semakin terasa dengan dukungan berbagai alat musik tradisional dan modern seperti kakula, jimbe, kadode, rabana, kibor, serta gitar akustik yang seluruhnya dimainkan oleh para siswa.

Penampilan ditutup dengan duet vokal yang membawakan lagu Kita To Kaili sebagai simbol kecintaan terhadap budaya lokal Sulawesi Tengah.

Pementasan tersebut menjadi salah satu hiburan yang sarat pesan budaya dalam rangkaian Milad ke-24 PKS sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga eksistensi permainan tradisional di tengah arus modernisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *