Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
HeadlineKomunitasKota PaluPolitikSulawesi Tengah

Milad PKS Sulteng Penuh Haru, Refleksi Perjuangan dan Semangat Pengabdian

29
×

Milad PKS Sulteng Penuh Haru, Refleksi Perjuangan dan Semangat Pengabdian

Sebarkan artikel ini
Suasana haru menyelimuti peringatan Milad ke-24 PKS Sulawesi Tengah. Refleksi perjalanan panjang kader, doa untuk para pejuang yang telah berpulang, hingga semangat baru untuk terus mengabdi menjadi warna dalam momentum penuh makna ini.

Inframenews.id, Palu – Sabtu, 16 Mei 2026

Momentum peringatan Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah yang digelar di Kota Palu berlangsung penuh haru, kebanggaan, dan refleksi mendalam atas perjalanan panjang perjuangan kader partai.

Suasana emosional begitu terasa sejak awal acara saat Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin ST, membacakan QS Al-Anfal ayat 26 dalam sambutannya.

Ayat tersebut seolah mengingatkan para kader pada masa-masa awal perjuangan yang penuh keterbatasan dan pengorbanan.

Tak sedikit kader yang terlihat menitikkan air mata. Beberapa di antaranya tertunduk haru, mengenang perjalanan panjang partai dakwah tersebut, bahkan saling berpelukan dalam isak tangis.

Momen semakin mengaduk perasaan saat panitia memutar video kilas balik perjalanan PKS di Sulawesi Tengah.

Video tersebut menampilkan sejarah awal berdirinya partai, termasuk kiprah tokoh senior H. Marwan yang tercatat sebagai Ketua PK pertama pada tahun 1998.

Sosok H. Marwan disebut sebagai salah satu Assabiqunal Awwalun di PKS Sulawesi Tengah.

Ia dipercaya memimpin setelah melalui proses istikharah usai mendapat amanah dari cucu Guru Tua, Habib Salim Aljufri.

Ketika sosoknya tampil di layar, sejumlah kader senior maupun kader muda secara spontan menghampiri dan memeluknya sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdiannya.

Puncak suasana haru terjadi saat video menampilkan foto-foto kader PKS yang telah berpulang.

Ruangan yang dibuat temaram, diiringi alunan musik penuh makna, membuat sejumlah tamu undangan tak kuasa menahan air mata.

Kesedihan semakin terasa ketika layar menampilkan sosok almarhum Ustaz Muhammad Ali Lamu bersama istrinya yang wafat beberapa bulan lalu.

Doa-doa yang mengalun di tengah pemutaran video membuat suasana sejenak larut dalam keheningan.

Panitia bahkan sempat menunda menyalakan lampu ruangan beberapa saat setelah video berakhir, memberi kesempatan kepada para hadirin untuk menenangkan diri.

Namun suasana haru itu kemudian berubah menjadi semangat kebersamaan saat seluruh kader dan tamu undangan berdiri menyanyikan Hymne PKS secara bersama-sama.

Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin ST, mengatakan momen tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan partai harus terus dilanjutkan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Ada semangat yang mengalir ketika lagu ini kami nyanyikan bersama. Ada janji yang terus berusaha dipenuhi,” ujarnya.

Perayaan Milad ke-24 PKS Sulawesi Tengah tahun ini tak sekadar menjadi seremoni, melainkan ruang refleksi perjuangan sekaligus penguatan komitmen kader untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *