Inframenews.id, Palu – Senin, 1 Juni 2026
Rangkaian kegiatan Pembinaan, Koordinasi, Supervisi, dan Monitoring (PKSM) yang dilaksanakan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah bersama Dewan Syariah Wilayah (DSW) dan Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) resmi berakhir pada penghujung Mei 2026.
Kegiatan yang dimulai sejak awal Mei tersebut menuntaskan kunjungan ke seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS se-Sulawesi Tengah. Tiga daerah terakhir yang menjadi lokasi pelaksanaan PKSM yakni Kabupaten Donggala, Kabupaten Banggai Laut, dan Kabupaten Banggai Kepulauan.
Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin, mengatakan pelaksanaan PKSM tidak hanya menjadi sarana pembinaan organisasi, tetapi juga memberikan gambaran nyata mengenai kondisi kepengurusan PKS di berbagai daerah.
Menurutnya, kunjungan langsung ke seluruh DPD memungkinkan DPW memperoleh berbagai informasi yang dapat dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan organisasi ke depan.
“Ada banyak pula informasi yang jadi masukan, bahan evaluasi dan otokritik bagi kami di DPW tentang bagaimana sesungguhnya kondisi di daerah-daerah. Hasil PKSM ini selanjutnya akan dijadikan bahan rapat pleno untuk kemudian ditindaklanjuti,” ujarnya saat memimpin tim PKSM ke Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepulauan pada 30–31 Mei 2026.
Ia menjelaskan, dalam setiap pelaksanaan PKSM, tim diberikan pembekalan materi yang menekankan pentingnya musyawarah dalam pengelolaan organisasi partai.
Menurut Wahyuddin, budaya musyawarah harus menjadi solusi utama dalam menyelesaikan berbagai dinamika internal organisasi.
“Dalam mengelola DPD, berupaya menjadikan musyawarah sebagai jalan solusi atas segala dinamika dalam tubuh partai. Hindari betul sikap otoriter, karena hanya akan melahirkan penyakit yang melemahkan,” katanya.
Ia menambahkan, PKSM juga berfungsi untuk memastikan keselarasan program kerja mulai dari tingkat pusat hingga daerah agar seluruh gerakan partai memiliki arah yang sama dan memberikan dampak yang lebih besar.
Selain itu, kegiatan tersebut kembali mengingatkan seluruh kader mengenai karakteristik PKS yang selama ini dikenal memiliki militansi kader dan soliditas struktur organisasi yang kuat.
“Kita juga dikenal sebagai partai yang memiliki soliditas struktur. Mulai dari tingkat paling atas hingga paling bawah,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan PKSM, DPW PKS Sulawesi Tengah juga membuka ruang bagi pengurus daerah untuk menyampaikan berbagai masukan yang dapat dijadikan bahan evaluasi dan pembenahan organisasi.
Menurut Wahyuddin, salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah memperkuat tata kelola organisasi agar berjalan sesuai prinsip-prinsip yang baik dan profesional.
Ia menegaskan, PKSM akan menjadi agenda rutin DPW PKS Sulawesi Tengah dan direncanakan dilaksanakan secara berkala setiap empat bulan.
“PKSM ini, insya Allah akan menjadi agenda rutin DPW PKS Sulteng. Minimal akan dilakukan setiap empat bulan kita turun lagi ke DPD-DPD se-Sulawesi Tengah,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, materi yang diberikan mencakup evaluasi program DPD, pembinaan terkait dinamika organisasi, hingga strategi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Sesuai arahan Presiden, saat ini kita fokus K2P2, yakni kader dan kaderisasi, serta pelayanan publik,” tambahnya.
Selain itu, pembahasan juga mencakup tertib administrasi organisasi, pengelolaan keuangan, dinamika internal partai, serta pentingnya publikasi berbagai kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh kader dan struktur partai.
“Yang tidak kalah pentingnya, agar kegiatan pelayanan semaksimal mungkin disyiarkan,” tandasnya.












