Inframe News, Kyiv
Sabtu, 12 Juli 2026
Sedikitnya tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah Rusia melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah Ukraina. Di tengah meningkatnya serangan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak negara-negara sekutu segera merealisasikan pengiriman senjata yang telah dijanjikan.
Melansir dari Reuters melalui Kumparan News\ , serangan paling mematikan terjadi di Kota Sumy, Ukraina utara. Dua bom luncur menghantam kawasan padat penduduk dan menewaskan lima orang serta melukai sedikitnya 30 warga.
Salah satu bom menghantam sebuah halte bus. Sejumlah foto yang beredar memperlihatkan sebuah bus kuning mengalami kerusakan parah, sementara bangunan di sekitar lokasi juga ikut terdampak ledakan.
Di wilayah tenggara, serangan bom luncur Rusia juga menghantam Kota Zaporizhzhia dan menyebabkan 10 orang terluka. Sementara itu, serangan rudal di Kota Odesa menewaskan dua orang dan melukai satu warga lainnya.
Sebelumnya, serangan drone Rusia juga dilaporkan menghantam sebuah perusahaan sipil di Kota Kharkiv yang mengakibatkan tujuh orang mengalami luka-luka.
Dalam pidato malamnya, Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan Ukraina membutuhkan dukungan nyata dari negara-negara mitra, terutama terkait percepatan pengiriman sistem persenjataan yang telah disepakati.
Zelensky mengatakan pemerintahnya tengah menyiapkan langkah baru dalam diplomasi untuk memastikan seluruh komitmen bantuan militer dari negara-negara sekutu dapat direalisasikan lebih cepat.
Ia juga menyinggung kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai lisensi produksi rudal pencegat Patriot di Ukraina sebagai salah satu bentuk kerja sama yang diharapkan segera diwujudkan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina mengaku mengalami kekurangan amunisi untuk sistem pertahanan udara Patriot. Kondisi tersebut dinilai semakin menyulitkan negara itu dalam menghadapi serangan rudal balistik Rusia.
Sebelumnya, ibu kota Kyiv juga kembali menjadi sasaran serangan gabungan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone yang menyebabkan sedikitnya 12 orang terluka.
Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan enam rudal balistik, enam rudal jelajah, serta 121 drone dalam gelombang serangan tersebut. Militer Ukraina mengklaim berhasil mencegat dua rudal jelajah dan 111 drone.
Serangan terhadap Kyiv terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sepanjang bulan ini, lebih dari 60 orang dilaporkan tewas akibat rentetan serangan Rusia di ibu kota dan wilayah sekitarnya.
Di sisi lain, Ukraina juga meningkatkan serangan balasan menggunakan drone ke wilayah yang dikuasai Rusia. Komandan pasukan drone Ukraina, Robert Brovdi, menyebut pasukannya menyerang 21 kapal tanker bahan bakar dan tujuh kapal logistik Rusia di Laut Azov.
Namun, pihak Rusia melaporkan satu orang tewas setelah serangan drone Ukraina menghantam empat kapal, termasuk sebuah kapal tanker pengangkut metanol di Teluk Taganrog, Laut Azov.













