Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
HeadlineInternasional

AS Bombardir Pulau Iran, Targetkan Basis Rudal Hormuz

53
×

AS Bombardir Pulau Iran, Targetkan Basis Rudal Hormuz

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI - Personel militer Amerika Serikat menjalankan operasi udara yang menargetkan fasilitas pertahanan Iran di Pulau Greater Tunb, Rabu (15/7/2026), sebagai bagian dari operasi pengamanan jalur pelayaran Selat Hormuz.

Inframenews, Washington D.C.
Kamis, 16 Juli 2026

Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran dengan membombardir Pulau Greater Tunb selama 90 menit dalam operasi yang menyasar sistem pertahanan pantai dan fasilitas rudal.

Melansir dari JawaPos.com, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi dimulai Rabu (15/7) pukul 06.00 waktu Pantai Timur AS atau 17.00 WIB.

Serangan berakhir sekitar pukul 07.30 waktu Pantai Timur AS atau 18.30 WIB setelah seluruh sasaran yang ditentukan dihantam menggunakan amunisi presisi.

CENTCOM menyebut target utama operasi adalah sistem pertahanan pantai serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb.

Pulau tersebut berada di kawasan strategis Teluk Persia yang berdekatan dengan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Menurut CENTCOM, operasi itu bertujuan mengurangi kemampuan militer Iran dalam mengancam kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Pihak militer AS menilai serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang jalur pelayaran internasional.

Sebelumnya, CENTCOM juga mengumumkan dimulainya gelombang serangan baru terhadap Iran dengan sasaran fasilitas militer yang dinilai mendukung operasi di kawasan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab serta menjadi rute utama distribusi minyak mentah dan gas alam cair dunia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran mengenai dampak serangan maupun kemungkinan korban akibat operasi militer tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *