Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
HeadlineParigi MoutongPeristiwaSulawesi Tengah

Dua Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Moutong

117
×

Dua Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Moutong

Sebarkan artikel ini
Warga mengevakuasi korban longsor di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin Nasalane, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Parigi Moutong
Warga dan rekan penambang mengevakuasi korban tertimbun longsor di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Nasalane, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (28/12/2025).

Inframenews.id, Parimo – Tanah longsor terjadi di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Nasalane, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu pagi, 28 Desember 2025.

Peristiwa tersebut menyebabkan dua penambang emas manual meninggal dunia setelah tertimbun longsor. Dua penambang lainnya berhasil selamat, satu di antaranya mengalami luka berat.

Kapolres Parigi Moutong, AKBP Dr. Hendrawan A.N., SIK., MH., membenarkan kejadian tersebut. Longsor terjadi sekitar pukul 06.00 Wita di area pertambangan.

“Material tanah dan batu dari tebing runtuh secara tiba-tiba dan langsung menimbun korban,” ujar Hendrawan.

Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat berpamitan untuk mengambil pasir yang akan didulang. Lokasi pengambilan pasir tidak jauh dari posisi saksi berada.

Namun, beberapa saat kemudian, tebing di atas area tersebut mendadak runtuh. Korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Korban pertama yang ditemukan bernama Edi Muhamad (50). Ia merupakan warga Desa Oli Mohulo, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Korban ditemukan meninggal dunia tertimbun material longsor dari tebing setinggi sekitar 10 meter. Proses pencarian awal dilakukan secara manual oleh rekan korban dan warga sekitar.

Sekitar pukul 10.00 Wita, korban berhasil dievakuasi. Jenazah dibawa melalui jalur terjal menuju Desa Lobu.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Boalemo menggunakan ambulans. Pihak keluarga meminta kondisi terakhir almarhum tidak dipublikasikan.

Pencarian dilanjutkan oleh aparat gabungan TNI-Polri dibantu warga. Sekitar pukul 15.00 Wita, satu korban lainnya kembali ditemukan meninggal dunia.

Korban kedua bernama Sahril (32). Ia merupakan warga Dusun II Boloung, Desa Boloung Olonggata, Kecamatan Moutong.

“Dengan ditemukannya satu korban tambahan, jumlah korban meninggal dunia menjadi dua orang,” kata Hendrawan.

Sementara itu, dua penambang lainnya berhasil menyelamatkan diri. Mereka adalah Karim (36), warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Faidat (25), warga Desa Boloung, Kecamatan Moutong.

Karim mengalami patah tulang pada bagian kaki. Kedua korban selamat saat ini menjalani perawatan medis di Puskesmas Moutong.

Dalam proses evakuasi, aparat gabungan mengerahkan alat berat jenis ekskavator. Alat berat digunakan untuk membuka timbunan material longsor.

Operasi evakuasi berlangsung hingga sore hari dengan bantuan lampu sorot. Hingga berita ini diturunkan, aparat masih bersiaga di lokasi kejadian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *