Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
HeadlineInternasionalNasional

Lima Bayi Orangutan Ditemukan di Hutan India

34
×

Lima Bayi Orangutan Ditemukan di Hutan India

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Orang Utan

Inframenews, New Delhi
Jumat, 11 September 2026

Lima bayi orangutan ditemukan di sebuah hutan di Distrik Balasore, Odisha, India, ribuan kilometer dari habitat alami satwa tersebut di Indonesia.

Melansir dari Republika.co.id, penemuan itu memicu penyelidikan karena orangutan secara alami hanya ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatra.

Pihak berwenang India menduga kelima orangutan tersebut kemungkinan diselundupkan dari kawasan Asia Tenggara.

Menteri Lingkungan Hidup Odisha, Ram Singh Khuntia, mengatakan penyelidik satwa liar sedang menelusuri asal-usul primata langka tersebut.

“Kami menduga ada sindikat internasional yang mungkin terlibat dalam kasus ini,” ujar Singh, dilansir The Guardian.

Kelima bayi orangutan ditemukan petugas kehutanan ketika melakukan patroli di wilayah Jaleswar, Distrik Balasore.

Petugas memperkirakan satwa tersebut baru berada di kawasan itu selama beberapa hari sebelum ditemukan.

Saat ini, kelima bayi orangutan telah ditempatkan dalam karantina di sebuah taman zoologi di Odisha.

Perdagangan komersial internasional orangutan dilarang berdasarkan CITES sebagai perjanjian global perlindungan satwa liar terancam punah.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena orangutan merupakan salah satu primata dengan status konservasi yang sangat mengkhawatirkan.

Menurut World Wildlife Fund atau WWF, populasi orangutan yang tersisa di Kalimantan dan Sumatra diperkirakan sekitar 104.000 ekor.

Jumlah tersebut menurun tajam dibandingkan lebih dari 230.000 ekor yang diperkirakan hidup satu abad lalu.

Selain orangutan Kalimantan dan Sumatra, Indonesia juga memiliki spesies ketiga yaitu orangutan Tapanuli atau Pongo tapanuliensis.

Orangutan Tapanuli berstatus critically endangered dengan populasi liar diperkirakan kurang dari 800 individu.

Populasi spesies tersebut hanya bertahan di kawasan Blok Barat Batang Toru, Sumatra Utara.

Habitat orangutan Tapanuli menghadapi tekanan akibat aktivitas pertambangan, perkebunan kelapa sawit, serta pembangunan pembangkit listrik tenaga air.

Ancaman terhadap spesies tersebut semakin serius setelah banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara menyebabkan kematian puluhan orangutan Tapanuli.

Pejabat dan pegiat konservasi kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan perdagangan ilegal tidak semakin memperburuk ancaman terhadap populasi orangutan.

Penemuan lima bayi orangutan di India juga menjadi perhatian karena menunjukkan kemungkinan adanya jaringan perdagangan satwa lintas negara.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *