Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaHeadlineKesehatanParigi MoutongParlemen

DPRD Soroti Fasilitas Puskesmas, Abdul Sahid Janji Turun Lapangan

40
×

DPRD Soroti Fasilitas Puskesmas, Abdul Sahid Janji Turun Lapangan

Sebarkan artikel ini
Ni Wayan Leli Pariani menyoroti fasilitas rawat inap puskesmas dalam rapat paripurna DPRD Parigi Moutong. (Sumber Google)

Inframenews.id, Parigi – Anggota DPRD Parigi Moutong, Ni Wayan Leli Pariani, mendesak Pemerintah Daerah melakukan inspeksi langsung ke 23 puskesmas yang melayani rawat inap, untuk memastikan kelengkapan fasilitas kesehatan.

Hal itu disampaikan Leli Pariani dalam rapat paripurna di Gedung DPRD, Jl. Jalur II, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, belum lama ini. Ia mengaku menerima laporan adanya pasien rawat inap yang tidak menggunakan seprai.

“Wajar kah itu? SOP kesehatan jelas tidak terpenuhi. Tolong diselidiki, sidak saja ke puskesmas,” tegasnya di hadapan Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, serta sejumlah perwakilan OPD.

Leli meminta sidak dilakukan tanpa pemberitahuan agar fakta lapangan benar-benar terlihat.

“Kalau mau tahu kondisi nyata, jangan kasih kabar dulu ke kepala puskesmas,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menekankan bahwa puskesmas adalah fasilitas kesehatan modern yang seharusnya memenuhi standar layanan, bukan hanya dari sisi bangunan, tetapi juga kenyamanan pasien.

“Modern bukan cuma gedungnya. Pasien harus merasa aman, nyaman, dan dilayani sesuai standar,” kata anggota Komisi II DPRD itu.

Leli menegaskan pengawasan fasilitas kesehatan harus dilakukan secara transparan dan berbasis temuan lapangan, bukan sekadar laporan.

Sementara itu, Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, membenarkan pentingnya pengecekan lapangan dan menyebut hal tersebut sudah menjadi program Pemerintah Daerah.

Menurut dia, sidak fasilitas kesehatan termasuk puskesmas memang masuk dalam agenda pemerintahan Erwin–Sahid, namun tertunda karena padatnya kegiatan.

“Program ini sebenarnya sudah ada, tapi karena banyak kegiatan penting, rencana tertunda. Insyaallah akan dilaksanakan pada 2026,” ujar Abdul Sahid.

Ia menyebut sidak akan dilakukan setelah ada pendelegasian dari Bupati Erwin Burase, dan dirinya siap turun langsung seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

“Saya lebih nyaman turun langsung agar tidak salah langkah,” kata Sahid.

Pemerintah daerah juga memastikan koordinasi dengan Dinas Kesehatan akan dilakukan, dengan fokus melihat kondisi fasilitas secara nyata di lapangan.

Editor : Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *