Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaHeadlinePolitikRagamSosial BudayaSulawesi Tengah

Ketahanan Keluarga Indonesia Dinilai Kian Melemah

39
×

Ketahanan Keluarga Indonesia Dinilai Kian Melemah

Sebarkan artikel ini
Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH, menyampaikan keprihatinannya, terkait kondisi keluarga Indonesia saat ini.

Inframenews.id, Palu – Minggu (1/2/2026), Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulawesi Tengah yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi keluarga Indonesia yang dinilainya tengah berada dalam situasi rentan.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Wiwik itu mengungkapkan pandangannya saat menjadi pemateri dalam Diklat Pengarusutamaan Keluarga yang digelar Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulawesi Tengah di Palu.

Menurutnya, berbagai indikator sosial menunjukkan bahwa ketahanan keluarga saat ini mengalami pelemahan serius. Bukan hanya tercermin dari meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga, tetapi juga dari berbagai persoalan sosial lainnya.

“Kita harus jujur melihat realitas. Kondisi keluarga hari ini tidak sedang baik-baik saja. Banyak tanda yang bisa kita lihat di sekitar kita,” ujarnya.

Ia mencontohkan maraknya pemberitaan tentang tindak kekerasan ekstrem dalam keluarga yang belakangan kerap muncul di berbagai media. Mulai dari kasus pembunuhan antar pasangan, hingga kejadian tragis yang melibatkan anak terhadap orang tuanya.

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi peristiwa nyata yang menunjukkan adanya krisis dalam keluarga kita,” tutur Bunda Wiwik.

Selain kekerasan domestik, ia juga menyoroti fenomena sosial lain seperti menurunnya minat generasi muda untuk menikah, sementara perilaku menyimpang justru mengalami peningkatan. Tak kalah memprihatinkan, lanjutnya, adalah semakin banyaknya keluarga yang kehilangan peran figur ayah atau fatherless, serta meningkatnya tindak kriminal di kalangan anak muda.

Bunda Wiwik menegaskan, akar dari berbagai persoalan tersebut bermuara pada lemahnya fungsi keluarga sebagai ruang pembentukan karakter.

“Jika peran keluarga kuat, banyak masalah sosial tidak akan muncul. Termasuk narkoba dan kriminalitas, yang tidak cukup diselesaikan hanya dengan penegakan hukum,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan konsep Pengarusutamaan Keluarga sebagai upaya strategis memperkuat institusi keluarga dari dalam. Diklat tersebut, kata dia, merupakan bagian dari program nasional PKS yang wajib dilaksanakan di seluruh DPW se-Indonesia.

Program ini akan dimulai dari lingkungan internal partai, kemudian diperluas ke komunitas dan masyarakat umum sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam membangun keluarga yang tangguh.

“Harapannya sederhana, jika keluarga kuat, maka generasi yang lahir juga akan memiliki karakter yang kuat,” tegasnya.

Menutup kegiatan, Bunda Wiwik menyerahkan buku kepada sejumlah peserta yang aktif menjawab pertanyaan selama sesi diskusi, serta mengajak seluruh peserta untuk terus mendoakan agar keluarga Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

Editor : Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *