Inframenews.id, Parigi Moutong – Ketua Yayasan Persaudaraan Kaili Sulawesi Tengah (PKST), Abdul Hanif ibn Djaiz Mardjengi, memanfaatkan momentum Tarhib Ramadhan yang digelar Salimah Parigi, Ahad (15/02/2026), untuk memperkenalkan sekaligus mensosialisasikan yayasan yang dipimpinnya.
Dalam kegiatan semarak menyambut bulan suci tersebut, Hanif menjelaskan bahwa PKST lahir dari kesadaran bersama untuk menghadirkan wadah yang mampu mendorong generasi Kaili lebih eksis dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan, sekitar tiga tahun lalu dirinya bersama sejumlah rekan mendeklarasikan yayasan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam membangun ruang perjuangan bersama.
“Berangkat dari kesadaran pentingnya sebuah wadah, kami mendirikan Persaudaraan Kaili Sulawesi Tengah atau PKST. Harapannya, anak-anak Kaili bisa tampil dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Hanif yang merupakan putra Parigi kelahiran Loji dan cucu Kepala Kampung pertama Bantaya, Tjatjo Mardjengi-Mardjawi, menuturkan bahwa PKST bergerak di sejumlah bidang, mulai dari dakwah, pembinaan generasi muda, penguatan komunitas hingga pelestarian budaya.
Ke depan, lanjutnya, PKST juga akan memberi perhatian lebih pada kolaborasi dakwah di wilayah-wilayah terpencil yang masih membutuhkan pendampingan dan penguatan.
“Masih banyak saudara kita di daerah terpencil yang memerlukan sentuhan dakwah dan edukasi. Ini yang ingin kami dorong melalui kolaborasi bersama berbagai pihak,” katanya.
Menurut Hanif, kerja-kerja pembinaan dan dakwah tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.
Sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi menjadi kunci agar program berjalan maksimal.
Salah satu bentuk kolaborasi yang telah dilakukan adalah kegiatan edukasi keluarga bersama Salimah Parigi dalam rangkaian Tarhib Ramadhan tersebut.
“Alhamdulillah kami diberi ruang untuk sosialisasi. Ada yang sempat memplesetkan PKST jadi ‘PaKeEste’, tapi itu bagian dari respons positif. Semoga kehadiran kami membawa warna baru dalam dakwah berbasis komunitas,” tandasnya.
Editor : Ahmad Tamsil












