Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
DaerahKomunitasPolitikSosial BudayaSulawesi Tengah

Relawan PKS Bersihkan Rumah Korban Banjir di Wani, Daeng Pasisi Sampaikan Terima Kasih

27
×

Relawan PKS Bersihkan Rumah Korban Banjir di Wani, Daeng Pasisi Sampaikan Terima Kasih

Sebarkan artikel ini
TAKWIN, Anleg DPRD Sulteng, Wakil Ketua Fraksi PKS, (kiri duduk) berfoto bersama warga, usai membersihkan rumah Daeng Pasisi di Desa Wani, Donggala. (FOTO.Humas Fraksi PKS Sulteng)

Inframenews.id, Donggala – Daeng Pasisi (80), menyambut relawan PKS dengan tatapan senang, ketika rumahnya didatangi beberapa relawan berbaju oranye.

Tanpa basa basi, langsung membersihkan rumah pria berusia lanjut, dari genangan lumpur, akibat terjangan banjir, di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Minggu (11/1/ 2026).

Kepada Media ini, Kamis (15/1/2026), pria itu bercerita dengan semangat, ketika rumahnya dibersihkan, berapa tidak, sebelumnya, kediamannya tida tersentuh, bahkan tidak menjadi prioritas, untuk dibersihkan, padahal tempat tinggalnya, termasuk yang lumayan parah, lumpur dan material lainnya, masuk di dalam rumah.

“Saya hanya pasrah, dengan kondisi rumah saya, yang terdampak banjir, dengan umur yang 80 tahun, saya tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, doaku terkabulkan, relawan PKS hadir, tanpa pamrih, langsung membersihkan rumahku,” urai Daeng Pasisi.

Yang lebih membanggakan lagi, kata Daeng Pasisi, Rabu (14/1/2026) hadirnya anggota legislatif DPRD Sulteng, Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin, yang rela-rela “mandi lumpur”, membersihkan rumahnya, bahkan tanpa basa basi, hanya dengan beberapa jam, rumahnya pun nampak bersih, dan siap dihuni kembali.

Daeng Pasisi juga mengungkapkan sempat kagetnya, ketika serombongan orang berpakaian orens tetiba masuk ke rumahnya.

Tak lama kemudian, pria sepuh itu tak sanggup menahan air matanya. Dia terharu dan Bahagia. Seakan-akan kedatangan relawan PKS ke kediamannya sore Rabu, menjawab doanya, agar ada yang mendatangi rumahnya untuk membersihkan sisa-sisa lumpur, akibat banjir yang menghantam desanya.

“Saya hanya sendiri di rumah ini. Mana kuat saya mau bersihkan rumah ini. Sejak banjir, saya belum ada bersihkan rumah ini, karena tidak mampu. Saya hanya pindahkan beberapa barang. Saya tentu berdoa, semoga ada kasihan yang datang bantu,” aku Daeng Pasisi.

Kemudian Takwin, ditemui media ini, mengatakan kalau kerja-kerja kerelawanan, bukan tugas, tetapi sebuah panggilan nurani, yang selalu hadir, berkhidmat untuk umat, tanpa dibatasi kepentingan dan momentum apapun.

“Bagi kami, hadir di tengah masyarakat, dengan segala kemampuan yang kami miliki, untuk menolong ummat, adalah panggilan hati,” pungkas Takwin.

Laporan : Misbah | Editor : Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *