Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaHeadlineRagamSulawesi Tengah

Anak-anak PAUD Belajar Keselamatan di Kantor SAR Palu

25
×

Anak-anak PAUD Belajar Keselamatan di Kantor SAR Palu

Sebarkan artikel ini
Siswa-siswi PAUD mengikuti kunjungan edukasi di Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, belajar mitigasi bencana serta mengenal kendaraan dan peralatan SAR melalui kegiatan bermain sambil belajar, Senin (26/1/2026). (Humas Basarnas)

Inframenews.id, Palu – Di tengah kesibukan Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Senin pagi itu berubah menjadi ruang belajar yang penuh tawa. Bukan sirene atau laporan darurat yang terdengar, melainkan suara anak-anak yang berlari kecil dengan rasa ingin tahu tanpa batas.

Puluhan siswa dari PAUD Terpadu Mutiara Hari dan PAUD Ilmi Amalia datang untuk mengenal dunia yang selama ini terasa jauh dari kehidupan mereka. Dunia tentang bencana, penyelamatan, dan orang-orang yang berdiri di garis depan saat harapan nyaris padam.

Dengan langkah-langkah mungil, mereka memasuki ruangan pertama. Lampu diredupkan, layar menampilkan animasi kebencanaan yang dikemas ringan dan bersahabat. Anak-anak menyimak, sesekali tertawa, lalu terdiam saat adegan gempa dan banjir muncul bergantian.

Di ruang itu, mereka mulai belajar bahwa alam bisa berubah sewaktu-waktu. Bahwa gempa tidak selalu menakutkan jika tahu apa yang harus dilakukan. Berlindung, tetap tenang, dan menyelamatkan diri menjadi pesan utama yang ditanamkan.

Petualangan berlanjut ke halaman kantor. Perahu karet SAR terparkir rapi, menjadi pusat perhatian. Anak-anak mendekat, menyentuh, dan mendengar cerita bagaimana perahu itu menolong banyak orang saat air meluap dan jalan-jalan berubah menjadi sungai.

Puncak kegembiraan terjadi saat kendaraan operasional Basarnas diperkenalkan. Truk besar dan ATV yang biasanya melaju di medan berat kini menjadi wahana edukasi. Anak-anak naik satu per satu, tertawa, melambaikan tangan, seolah menjadi bagian kecil dari misi besar penyelamatan.

Tak hanya anak-anak yang larut dalam suasana. Para guru dan orang tua ikut tersenyum, sebagian mencoba kendaraan, merasakan sensasi yang selama ini hanya mereka saksikan dari kejauhan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Moh. Rizal, memandang kegiatan itu sebagai investasi jangka panjang. Baginya, keselamatan tidak harus dimulai saat bencana datang, tetapi jauh sebelum itu.

“Kami hampir setiap minggu menerima kunjungan PAUD dan TK. Edukasi kebencanaan penting, karena wilayah kita rawan bencana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, materi disampaikan dengan bahasa anak-anak agar pesan mudah dipahami dan tidak menimbulkan ketakutan. Bermain menjadi jembatan untuk belajar, dan kegembiraan menjadi pintu masuk kesadaran.

“Minimal, adik-adik bisa menolong dirinya sendiri. Saat gempa, tetap tenang, berlindung, dan segera menuju titik kumpul,” katanya.

Hari itu, anak-anak pulang membawa pengalaman yang mungkin akan mereka ingat bertahun-tahun ke depan. Di balik tawa dan permainan, tersimpan pelajaran penting: bahwa keselamatan adalah bekal hidup, dan keberanian bisa tumbuh sejak usia paling dini.

Laporan : Mul | Editor : Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *