Inframenews.id, Jakarta – Sabtu, 4 April 2026
Masyarakat di Indonesia dikenal memiliki kebiasaan mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang mudah didapat dan kaya manfaat.
Namun, sejumlah jenis ikan yang cukup populer di kalangan masyarakat disebut perlu dibatasi konsumsinya karena berpotensi mengandung zat berbahaya yang dapat terakumulasi dalam tubuh ikan akibat kondisi perairan yang tercemar.
Beberapa jenis ikan seperti herring, makarel (ikan kembung), dan sejumlah ikan laut lainnya menjadi favorit karena rasanya yang lezat serta kandungan gizinya yang tinggi.
Meski demikian, ikan-ikan tersebut memiliki kemungkinan menyerap zat seperti merkuri dan polutan dari lingkungan tempat hidupnya, terutama jika berasal dari perairan dengan tingkat pencemaran yang tinggi.
Zat berbahaya tersebut dapat masuk ke dalam tubuh ikan melalui rantai makanan di ekosistem laut.
Jika ikan yang terkontaminasi dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan manusia, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Di sisi lain, ikan tetap menjadi salah satu sumber nutrisi penting yang mengandung asam lemak omega-3, protein, serta berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh.
Oleh karena itu, masyarakat tidak disarankan untuk sepenuhnya menghindari konsumsi ikan, melainkan lebih bijak dalam memilih jenis dan sumber ikan yang dikonsumsi.
Sumber dari CNBC Indonesia menyebutkan bahwa langkah paling aman adalah dengan memperhatikan asal-usul ikan, termasuk metode penangkapan atau budidaya, serta memastikan ikan berasal dari perairan yang bersih dan terkontrol kualitasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap keamanan pangan, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam mengonsumsi ikan demi menjaga kesehatan jangka panjang serta menghindari risiko paparan zat berbahaya dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.












