Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
KesehatanParigi MoutongParlemen

DPRD Parimo Pertanyakan Layanan Jemput Bola Puskesmas, Minta Diterapkan Merata

11
×

DPRD Parimo Pertanyakan Layanan Jemput Bola Puskesmas, Minta Diterapkan Merata

Sebarkan artikel ini
DPRD Parigi Moutong mempertanyakan penerapan layanan jemput bola puskesmas dan mendorong agar program tersebut berjalan merata di seluruh wilayah.

Inframenews.id, Parigi Moutong – Kamis, 9 April 2026

Anggota DPRD Parigi Moutong dari Fraksi PKB, H Wardi, mempertanyakan pelaksanaan program layanan jemput bola atau home service oleh puskesmas di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD bersama Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, dan para kepala puskesmas.

Menurut Wardi, program jemput bola merupakan layanan penting, khususnya bagi pasien yang tidak mampu datang ke fasilitas kesehatan karena kondisi sakit yang berat.

“Program jemput bola ini ketika pasien berada di rumah dengan kondisi parah, maka pihak puskesmas yang datang langsung memberikan pelayanan,” ujarnya.

Ia meminta Dinas Kesehatan memastikan program tersebut benar-benar diterapkan secara merata di seluruh puskesmas.

“Yang ingin kita pastikan apakah semua puskesmas sudah melayani itu atau belum. Jangan sampai ada pasien di wilayah seperti Sausu atau Moutong yang membutuhkan pelayanan, tetapi program ini belum berjalan,” jelasnya.

Wardi menilai, layanan jemput bola menjadi solusi untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses transportasi atau kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya integrasi program kesehatan di seluruh fasilitas layanan agar tidak terjadi ketimpangan pelayanan antarwilayah.

Menurutnya, pembahasan sektor kesehatan tidak boleh hanya terfokus pada satu program saja, tetapi harus mencakup keseluruhan sistem pelayanan.

Karena itu, DPRD menghadirkan Dinas Kesehatan, rumah sakit, serta para kepala puskesmas dalam forum tersebut untuk membahas arah pembangunan sektor kesehatan di daerah.

Ia juga menyinggung program “Sehat Bersama” yang dicanangkan pemerintah daerah agar benar-benar berdampak pada penurunan angka masyarakat yang sakit.

“Program kesehatan harus diarahkan untuk menekan angka masyarakat yang sakit, bukan hanya fokus pada pelayanan saat pasien sudah membutuhkan perawatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *