Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaParigi MoutongParlemenPolitik

Alfres Tonggiroh Desak Dinas Pertanian Bertindak Atasi Krisis Durian di Beraban

8
×

Alfres Tonggiroh Desak Dinas Pertanian Bertindak Atasi Krisis Durian di Beraban

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh saat menyampaikan pernyataan dalam kegiatan reses di Desa Beraban.

Inframenews.id, Parigi Moutong – Rabu, 22 April 2026

Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Drs. Alfres Masboy Tonggiroh, M.Si, mendesak Dinas Pertanian agar segera mengambil langkah konkret dalam menangani krisis yang dialami petani durian montong di Desa Beraban, Kecamatan Balinggi.

Desakan tersebut disampaikan saat dirinya menggelar reses dan mendengar langsung keluhan masyarakat terkait serangan penyakit “Bangkalan” yang menyebabkan produksi durian menurun drastis.

“Petani durian kita ini pahlawan ekonomi daerah, bahkan produknya sudah ekspor. Tapi ketika pohon mereka sakit, pemerintah seolah tidak hadir. Saya minta segera diturunkan tim ahli untuk melakukan penanganan,” tegas Alfres.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap petani agar tidak bergantung pada penggunaan obat-obatan komersial tanpa solusi yang tepat.

Selain itu, Alfres menegaskan komitmennya untuk mengawal berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk perbaikan jaringan irigasi yang rusak dan kerap memicu banjir.

Menurutnya, meskipun pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran, program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat harus tetap didahulukan.

“Untuk urusan mendesak seperti irigasi dan penanganan banjir, tidak ada tawar-menawar. Ini prioritas,” ujarnya.

Ia juga menyatakan siap membantu pembangunan Pura Puncaksari melalui dana Pokok Pikiran (Pokir), dengan catatan seluruh persyaratan administrasi harus dipenuhi.

Di akhir pernyataannya, Alfres menegaskan penolakannya terhadap aktivitas pertambangan di wilayah Balinggi dan Torue demi menjaga lahan pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *