Inframenews.id, Palu – Jumat, 8 Mei 2026
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH, mendesak aparat penegak hukum menuntaskan dugaan kasus pelecehan terhadap atlet panahan remaja di Kota Palu.
Pernyataan itu disampaikan Bunda Wiwik menyusul mencuatnya dugaan tindakan asusila yang dialami seorang atlet perempuan berusia 17 tahun.
Menurutnya, kasus tersebut harus ditangani secara serius karena menyangkut perlindungan anak dan masa depan generasi muda.
“Sebagai perempuan, saya kesal, geram sekaligus prihatin. Seorang pelatih atau pembina yang seharusnya mengayomi justru diduga melakukan tindakan asusila. Ini tentu meninggalkan trauma mendalam,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang beredar, terduga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Meski demikian, ia meminta proses hukum berjalan transparan tanpa intervensi pihak manapun.
“Kalau memang sudah ditetapkan tersangka, prosesnya harus berjalan tegas dan tuntas. Jangan sampai terkesan lamban atau ada perlakuan khusus,” ujarnya.
Bunda Wiwik menilai peristiwa tersebut menjadi alarm keras bagi seluruh pihak agar sistem perlindungan anak di lingkungan olahraga diperkuat.
Menurutnya, dunia olahraga seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak dan remaja untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi.
“Olahraga harus menjadi ruang tumbuh, bukan ruang yang menimbulkan rasa takut. Perlindungan terhadap atlet muda adalah tanggung jawab bersama, baik orang tua, pelatih, pengurus, maupun pemerintah,” katanya.
Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng itu juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pembinaan atlet, termasuk pengawasan di setiap klub olahraga.
Ia menekankan pentingnya edukasi keberanian melapor serta pemberian sanksi tegas bagi pelaku.
“Saatnya kita memperkuat sistem, menciptakan lingkungan latihan yang aman, pengawasan yang ketat, dan sanksi tegas tanpa kompromi. Melindungi anak bukan pilihan, tapi kewajiban,” tandasnya.
Ia berharap kasus ini menjadi momentum pembenahan sistem pembinaan olahraga di Sulawesi Tengah agar kejadian serupa tidak terulang.












