Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
EkonomiHeadlineParigi Moutong

Bawang Merah Picu Inflasi di Parigi Moutong

80
×

Bawang Merah Picu Inflasi di Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Asisten II Setda Parigi Moutong Aswini Dimpel menyampaikan hasil pemantauan harga bawang merah saat Rakor Pengendalian Inflasi bersama Kemendagri.

Inframenews, Parigi Moutong
Selasa, 28 Juli 2026

Harga bawang merah masih menjadi salah satu penyumbang kenaikan inflasi di Kabupaten Parigi Moutong berdasarkan hasil pemantauan lapangan pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Parigi Moutong, Aswini Dimpel, saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi bersama Kemendagri, Senin (27/7/2026).

Aswini mengatakan pihaknya melakukan pemantauan lapangan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Tengah.

“Dua minggu lalu kami turun langsung ke lapangan setelah mengikuti rapat inflasi bersama Ibu Gubernur Sulawesi Tengah. Dari hasil pemantauan, memang masih terdapat permasalahan pada komoditas bawang merah yang harganya relatif tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga bawang merah di Pasar Tolai berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Sementara bawang merah rebus dijual sekitar Rp45.000 per kilogram.

Di Pasar Parigi, harga bawang merah mencapai sekitar Rp50.000 per kilogram.

Aswini juga mengungkapkan harga beras di pasaran telah mencapai sekitar Rp15.000 per kilogram.

Padahal, Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu daerah dengan surplus produksi beras terbesar di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, diperlukan kerja sama antardaerah agar distribusi komoditas pangan semakin lancar dan harga tetap terkendali.

“Kita perlu mencari solusi bersama, termasuk menjalin kerja sama dengan daerah penghasil agar pasokan bawang merah maupun beras dapat masuk dengan harga yang wajar,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *