Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
HeadlineLingkunganParigi Moutong

Jalur Palu-Parigi Dibersihkan, 845 Kg Sampah Diangkut

110
×

Jalur Palu-Parigi Dibersihkan, 845 Kg Sampah Diangkut

Sebarkan artikel ini
Relawan Palu-Parigi Road Clean membersihkan sampah di sepanjang jalur Trans Sulawesi dan berhasil mengumpulkan 845,92 kilogram sampah selama empat hari kegiatan.

Inframenews, Parigi Moutong
Senin, 3 Agustus 2026

Aksi Palu–Parigi Road Clean berhasil mengumpulkan 845,92 kilogram sampah dari sepanjang jalur Trans Sulawesi selama empat hari pelaksanaan sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Gerakan kolaboratif tersebut berlangsung sejak Kamis (30/7/2026) hingga Minggu (2/8/2026) dengan melibatkan berbagai organisasi pecinta alam di wilayah eks Parigi Kabupaten Parigi Moutong.

Komunitas yang terlibat antara lain KEPAL Tokalaka, OPA Kalibamba, LSA Gagantu Wild Indonesia, KPA Mosintomu, LPAP El Capitan Indonesia, KPA Oryza Sativa, dan Mapala Epy Liger Poltekkes Palu.

Aksi pembersihan difokuskan di jalur Trans Sulawesi mulai dari pintu gerbang perbatasan Parigi–Donggala hingga pertigaan Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, dengan panjang lintasan sekitar 17 kilometer.

Setiap hari para relawan melakukan pembersihan mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WITA.

Koordinator Aksi Palu–Parigi Road Clean, Moh. Abduh, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masih banyaknya sampah yang berserakan di sepanjang jalur Palu–Parigi.

“Aksi ini sebagai bentuk keresahan kami terhadap banyaknya sampah yang berserakan di sepanjang jalan Palu–Parigi,” ujar Abduh.

Ia menjelaskan aksi bersih-bersih akan berlanjut hingga 17 Agustus 2026 dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pelaku UMKM, komunitas, serta pelajar SD, SMP, dan SMA.

Selain membersihkan kawasan, seluruh sampah yang terkumpul ditimbang dan dipilah berdasarkan jenisnya untuk menghasilkan data mengenai volume sampah dan asal produk berdasarkan kemasan yang ditemukan.

Menurut Abduh, data tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif.

“Hasil identifikasi ini diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus ekspos bagi pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Sulawesi Tengah dalam menyusun formulasi pengelolaan persampahan yang lebih baik,” katanya.

Selama empat hari pelaksanaan, total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 845,92 kilogram.

Jumlah tersebut menunjukkan masih tingginya volume sampah yang dibuang sembarangan di sepanjang jalur Trans Sulawesi, khususnya rute Palu–Parigi.

Melalui kegiatan ini, para relawan juga mengedukasi masyarakat, pelaku UMKM, pemerintah desa, dan pengguna jalan agar tidak membuang sampah sembarangan.

Abduh menegaskan persoalan sampah membutuhkan kebijakan berkelanjutan serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan pengelolaan sampah yang lebih efektif.

“Harapannya, upaya ini membuat seluruh pemerintah di wilayah Sulawesi Tengah dapat menyusun formulasi khusus terhadap pengelolaan persampahan. Karena kelestarian lingkungan itu lahir dari kesadaran,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *