Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
HeadlineHukum KriminalKota PaluKriminalParlemenPKSPolitikSosial BudayaSulawesi Tengah

Bunda Wiwik Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Duyu

35
×

Bunda Wiwik Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Duyu

Sebarkan artikel ini
Bunda Wiwik menyampaikan belasungkawa dan mendesak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan satu keluarga di Duyu, Kota Palu, Kamis (6/8/2026). (Humas DPRD Sulteng)

Inframenews, Palu
Jumat, 7 Agustus 2026

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah mendesak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Duyu, Kota Palu.

Desakan tersebut disampaikan Bunda Wiwik setelah Nur Hannisa, salah satu korban, meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Pernyataan itu disampaikan Bunda Wiwik kepada sejumlah media di Palu, Kamis (6/8/2026).

Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Nur Hannisa dan seluruh keluarga korban atas tragedi kemanusiaan tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah Nur Hannisa dan seluruh keluarga korban. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah para korban, mengampuni segala khilafnya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah itu.

Bunda Wiwik meminta aparat kepolisian bekerja maksimal untuk mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

“Saya meminta aparat kepolisian bekerja secara maksimal agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat membutuhkan kepastian hukum dan rasa aman,” tegasnya.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian seluruh pihak.

Ia menyayangkan perempuan masih menjadi korban kekerasan hingga kehilangan nyawa dan meminta negara memperkuat perlindungan terhadap perempuan.

“Ini sangat memprihatinkan. Lagi-lagi perempuan menjadi korban kekerasan, bahkan sampai meninggal dunia. Negara harus hadir memberikan perlindungan yang maksimal terhadap perempuan dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” katanya.

Bunda Wiwik berharap aparat penegak hukum menuntaskan penyelidikan secara profesional dan transparan untuk memberikan keadilan kepada korban serta keluarga yang ditinggalkan.

Nur Hannisa meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya dalam kasus kekerasan terhadap satu keluarga di Duyu.

Korban meninggal menyusul suami anaknya yang lebih dahulu wafat setelah diduga dianiaya Aan Kurniawan, yang menurut bahan rilis masih belum tertangkap.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *