Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
EkonomiParigi Moutong

Pemkab Parimo Perkuat Pengembangan Transmigrasi Bahari

20
×

Pemkab Parimo Perkuat Pengembangan Transmigrasi Bahari

Sebarkan artikel ini
Pemkab Parigi Moutong membahas profiling kelompok masyarakat kawasan transmigrasi Bahari Raya, Rabu (26/8/2026), untuk menentukan prioritas pengembangan komoditas unggulan.

Inframenews, Parigi Moutong
Kamis, 27 Agustus 2026

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat pengembangan kelompok masyarakat di kawasan transmigrasi Bahari Raya melalui profiling berbasis potensi dan kebutuhan lapangan.

Pembahasan progres profiling dilakukan secara daring melalui Zoom, Rabu (26/8/2026), dari ruang lobi Kantor Bupati Parigi Moutong.

Rapat dibuka Direktur Pengembangan Produk Unggulan Kementerian Transmigrasi Sofian Hanafi dan diikuti sejumlah OPD terkait.

Pemkab Parigi Moutong diwakili Asisten II Aswini Dimple bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kede serta perangkat daerah terkait.

Profiling dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi kelompok, mulai dari profil usaha, komoditas, kendala, pengalaman pelatihan, hingga sarana dan prasarana.

Data tersebut menjadi dasar menentukan bentuk intervensi yang sesuai, karena tidak seluruh persoalan kelompok dapat diselesaikan melalui pelatihan.

Kementerian Transmigrasi menilai kendala kelompok dapat berkaitan dengan peralatan, teknik pengolahan, kualitas produk, pemasaran, maupun persoalan lainnya.

Pemkab Parigi Moutong sebelumnya mengusulkan 21 kelompok masyarakat dengan komoditas antara lain durian dan pakan ternak.

Kementerian Transmigrasi meminta pemerintah daerah mempertajam usulan tersebut untuk menentukan kelompok yang benar-benar menjadi prioritas.

Salah satu potensi yang dibahas adalah pengolahan kelapa menjadi minyak kelapa karena ketersediaan bahan bakunya cukup besar di Parigi Moutong.

Pengembangan hilirisasi kelapa dinilai berpeluang meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan minyak serta pemanfaatan produk turunan dan limbah kelapa.

Komoditas durian juga menjadi perhatian karena potensinya cukup besar di kawasan Bahari Raya.

Hasil durian dari kawasan tersebut masih banyak dibawa ke daerah lain untuk proses pengemasan sebelum dipasarkan secara lebih luas.

Pemanfaatan buah durian yang tidak memenuhi standar penjualan segar juga dibahas sebagai peluang pengembangan produk olahan bernilai tambah.

Aswini Dimple menyampaikan komitmen pemerintah daerah mendukung pengembangan komoditas unggulan dan pendampingan kelompok masyarakat di kawasan transmigrasi Bahari.

Pemkab juga mendorong sinergi lintas OPD untuk memperkuat pengolahan, peralatan, standar produk, hingga akses pemasaran.

Kementerian Transmigrasi akan melakukan pendalaman terhadap rantai pasok, bahan baku, sarana prasarana, produk, serta permasalahan kelompok prioritas.

Pengembangan kawasan transmigrasi Bahari diharapkan mampu mendorong hilirisasi komoditas, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *