Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
HeadlineInternasionalPolitik

Kandidat Republik Mulai Berjarak dari Trump Jelang Midterm

29
×

Kandidat Republik Mulai Berjarak dari Trump Jelang Midterm

Sebarkan artikel ini
Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Jonathan Ernst/REUTERS

Inframenews, Jakarta
Sabtu, 26 September 2026

Kurang dari enam pekan menuju pemilu paruh waktu Amerika Serikat, sejumlah kandidat Partai Republik mulai menunjukkan perbedaan sikap dengan Presiden Donald Trump.

Perbedaan tersebut muncul dalam sejumlah isu, mulai dari perang Iran, harga energi, hingga fokus kampanye yang dinilai perlu diarahkan pada persoalan ekonomi masyarakat.

Situasi tersebut belum menunjukkan perpecahan terbuka di tubuh Partai Republik, tetapi memperlihatkan adanya politikus yang mulai memperhitungkan dampak kebijakan pemerintahan Trump terhadap pemilih.

Salah satu peringatan terbuka datang dari anggota DPR AS asal South Dakota, Dusty Johnson, dalam wawancara dengan CNN pada Kamis (24/9/2026).

Johnson mengatakan Partai Republik masih memiliki waktu untuk menyampaikan agenda kepada pemilih menjelang pemungutan suara pada 3 November.

Menurut Johnson, partainya perlu memusatkan perhatian pada persoalan perbatasan, keterjangkauan biaya hidup, dan sejumlah isu sosial.

Ia memperingatkan bahwa peluang politik Partai Republik dapat terpengaruh apabila kampanye justru dipenuhi kontroversi yang tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Johnson juga menyerukan disiplin pesan agar kandidat Republik dapat menyampaikan agenda yang dianggap relevan bagi pemilih.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari dinamika yang lebih luas di internal Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu.

Axios melaporkan pada 22 September bahwa sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik semakin berani mengambil posisi berbeda dengan Trump dalam isu kebijakan luar negeri dan persoalan ekonomi.

Perang Iran Jadi Perhatian

Perang Iran menjadi salah satu isu yang memperlihatkan perbedaan sikap sejumlah kandidat Republik.

Ashley Hinson, kandidat Senat Republik dari Iowa, menyerukan agar perang tersebut segera diakhiri karena dampaknya terhadap biaya yang ditanggung masyarakat.

Mike Rogers, kandidat Republik dalam persaingan Senat Michigan, juga menyatakan perang perlu segera berakhir setelah sebelumnya mendukung serangan Trump terhadap Iran.

Di DPR, anggota Republik dari Iowa, Zach Nunn dan Mariannette Miller-Meeks, turut mengambil sikap berbeda mengenai pembatasan kewenangan perang presiden.

Trump sendiri mengatakan pertimbangan pemilu tidak menentukan kebijakannya terkait Iran.

Perbedaan tersebut memperlihatkan adanya jarak antara kebijakan pemerintah federal dan pertimbangan sejumlah kandidat yang menghadapi pemilih di daerah masing-masing.

Harga energi juga menjadi persoalan penting karena kenaikan harga bahan bakar memberikan tekanan langsung kepada petani, pengemudi truk, dan rumah tangga.

Axios melaporkan harga diesel yang tinggi mendorong sejumlah anggota Partai Republik mendukung pembatasan ekspor diesel untuk meningkatkan pasokan domestik.

Tekanan Biaya Hidup

Persoalan ekonomi semakin mendapat perhatian karena hasil survei Reuters/Ipsos menunjukkan tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump berada di angka 32 persen pada pertengahan September.

Angka tersebut menjadi tingkat persetujuan terendah Trump dalam rangkaian survei Reuters/Ipsos tersebut.

Hanya 17 persen responden yang menyatakan menyetujui penanganan Trump terhadap persoalan biaya hidup.

Di kalangan responden Republik, tingkat persetujuan terhadap Trump tercatat 73 persen, turun dari 82 persen pada pekan sebelumnya.

Survei Reuters/Ipsos dilakukan secara daring pada 17-20 September 2026 terhadap 1.277 orang dewasa Amerika Serikat dengan margin kesalahan sekitar tiga poin persentase.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan biaya hidup menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian pemilih menjelang pemilu paruh waktu.

Kenaikan harga bahan bakar juga menjadi bagian dari tekanan ekonomi yang muncul bersamaan dengan perang Iran.

Axios melaporkan harga rata-rata bensin nasional Amerika Serikat mencapai sekitar 4,48 dolar AS per galon pada 22 September, dibandingkan sekitar 3,18 dolar AS setahun sebelumnya.

Kandidat Hadapi Dilema Politik

Sejumlah kandidat Republik menghadapi situasi yang berbeda sesuai karakteristik daerah pemilihan mereka.

Anggota DPR Republik dari Pennsylvania, Brian Fitzpatrick, misalnya, beberapa kali mengambil posisi berbeda dengan Trump terkait tarif, legislasi pajak, dan kewenangan perang.

Fitzpatrick juga mengatakan masyarakat semakin menginginkan perhatian politik diarahkan pada persoalan sehari-hari seperti harga kebutuhan dan biaya rumah tangga.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara kandidat Republik dan Trump tidak selalu seragam menjelang pemilu.

Sebagian kandidat tetap mempertahankan kedekatan dengan presiden, sementara lainnya mengambil posisi berbeda pada isu tertentu yang berkaitan langsung dengan konstituen.

Di sisi lain, Trump tetap menjadi tokoh penting dalam strategi Partai Republik menghadapi pemilu paruh waktu.

Trump bersama Wakil Presiden JD Vance menyerukan persatuan Partai Republik untuk mempertahankan mayoritas di Kongres dalam konvensi partai di Dallas.

Trump juga menyatakan akan membantu kampanye kandidat Republik menjelang pemungutan suara November.

Dengan demikian, dinamika Partai Republik menjelang pemilu tidak hanya berkaitan dengan persaingan melawan Partai Demokrat.

Sejumlah kandidat juga menghadapi kebutuhan untuk menjaga hubungan dengan basis pemilih Trump sekaligus menyampaikan sikap mengenai persoalan ekonomi dan kebijakan luar negeri.

Perbedaan sikap tersebut belum menunjukkan perpecahan menyeluruh di tubuh Partai Republik.

Namun, perkembangan menjelang 3 November memperlihatkan adanya kandidat yang memilih mengambil jarak pada isu tertentu, terutama perang Iran dan biaya energi.

Bagi kandidat-kandidat tersebut, persoalan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari pemilih menjadi bagian penting dari pesan kampanye menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *