Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
Parigi MoutongParlemenPolitik

Alfres Tonggiroh Desak Penanganan Penyakit “Bangkalan” yang Serang Durian Petani

12
×

Alfres Tonggiroh Desak Penanganan Penyakit “Bangkalan” yang Serang Durian Petani

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh saat menyerap aspirasi petani durian di Desa Beraban yang mengeluhkan serangan penyakit “Bangkalan”.

Inframenews.id, Parigi Moutong – Rabu, 22 April 2026

Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Drs. Alfres Masboy Tonggiroh, M.Si, menyoroti serius krisis yang dialami petani durian montong di Desa Beraban, Kecamatan Balinggi, akibat serangan penyakit yang dikenal sebagai “Bangkalan”.

Hal itu disampaikannya saat menggelar reses bersama masyarakat setempat. Dalam pertemuan tersebut, petani mengeluhkan penurunan hasil panen yang sangat drastis akibat serangan penyakit misterius tersebut.

Dari sebelumnya mampu menghasilkan hingga 10 ton, kini produksi durian montong petani hanya tersisa sekitar 1 ton atau turun hingga 90 persen.

Alfres menegaskan, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut tanpa penanganan serius dari pemerintah, khususnya Dinas Pertanian.

“Petani durian kita ini pahlawan ekonomi daerah, bahkan produknya sudah ekspor. Tapi ketika pohon mereka terserang penyakit, pemerintah seolah tidak hadir. Saya minta Dinas Pertanian segera turun dengan tim ahli untuk melakukan penelitian dan penanganan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar petani tidak terus bergantung pada obat-obatan komersial tanpa pendampingan teknis yang jelas dari pemerintah.

Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan solusi nyata dalam mengatasi serangan penyakit tersebut agar produksi durian dapat kembali normal.

Selain itu, ia menilai durian montong merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang harus dijaga keberlanjutannya karena memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

Alfres berharap langkah cepat dan terukur segera dilakukan guna menyelamatkan para petani dari kerugian yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *