InframeNews, Parigi Moutong
Sabtu, 11 Juli 2026
Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mendorong investasi hijau dan pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal, khususnya komoditas durian yang telah menembus pasar ekspor.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kerja Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Tengah bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang diwakili Deputi Bidang Industri dan Investasi, Rizki Handayani Mustafa, di Ruang Wakil Bupati Parigi Moutong, Jumat (10/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Agenda Prioritas Pengawasan (APP) BPKP Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan akuntabilitas investasi, tata kelola pembiayaan, serta pengelolaan lingkungan untuk mendukung pembangunan destinasi wisata yang berkelanjutan.
Abdul Sahid menyambut baik dipilihnya Parigi Moutong sebagai lokasi visitasi lapangan dan berharap kunjungan tersebut mampu mempercepat pertumbuhan investasi di daerah.
“Alhamdulillah, ini rezeki bagi Kabupaten Parigi Moutong. Kami berharap dengan adanya kunjungan ini, seluruh pengusaha packing house di daerah kita bisa semakin bertumbuh dan berkembang,” ujar Abdul Sahid.
Menurutnya, Parigi Moutong memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama komoditas durian dan kelapa, yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ia juga berharap pendampingan dari BPKP terus berlanjut agar tata kelola pemerintahan, khususnya di bidang investasi dan pembangunan daerah, semakin transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, Rizki Handayani Mustafa, menilai Parigi Moutong memiliki peluang besar mengembangkan wisata berbasis pertanian atau agro-tourism.
Menurut Rizki, durian Parigi Moutong yang selama ini dikenal sebagai komoditas ekspor memiliki nilai tambah apabila dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Kehadiran wisatawan akan memberikan dampak ekonomi bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha masyarakat.
Ia juga menilai variasi musim panen durian di berbagai wilayah Parigi Moutong menjadi keunggulan yang memungkinkan kunjungan wisata berlangsung hampir sepanjang tahun.
Rizki menekankan pentingnya membangun narasi promosi yang kuat mengenai keunikan durian Parigi Moutong serta dukungan penuh pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis investasi hijau.













