Inframenews.id, Banggai – Seorang penumpang kapal laut KM Tilongkabila meninggal dunia saat kapal sandar di Pelabuhan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (20/12/2025).
Peristiwa tersebut terjadi dalam pelaksanaan Siaga Khusus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Pelabuhan Luwuk.
Kejadian diketahui saat Tim SAR Gabungan melakukan pemantauan dan pengamanan transportasi laut pada hari ketiga pelaksanaan siaga Nataru.
Pemantauan dilakukan oleh ABK KN SAR Bhisma 239 bersama sejumlah instansi terkait di area pelabuhan.
Instansi yang terlibat meliputi Basarnas, TNI, Polri, KUPP Kelas II Luwuk, PT PELNI, Karantina, dan Dinas Perhubungan.
KM Tilongkabila tercatat sandar di Pelabuhan Luwuk sekitar pukul 02.00 Wita.
Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Gorontalo dengan tujuan Kendari, Raha, dan Bau-Bau.
Korban diketahui bernama Abdul Rasyid, S.T., berusia 44 tahun.
Korban merupakan penumpang KM Tilongkabila dengan tujuan akhir Pelabuhan Kendari.
Koordinator Pos SAR Luwuk, Liberatus Fongohoi, menjelaskan korban dilaporkan mengalami kejang-kejang saat kapal masih dalam pelayaran.
Berdasarkan keterangan penumpang lainnya, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia di atas kapal.
Setibanya kapal di Pelabuhan Luwuk, Tim SAR Gabungan segera melakukan proses evakuasi korban.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit di Kabupaten Banggai untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak rumah sakit.
Sementara itu, KM Tilongkabila kembali bertolak meninggalkan Pelabuhan Luwuk pada pukul 04.15 Wita.
Data pergerakan penumpang mencatat sebanyak 1.098 penumpang turun di Pelabuhan Luwuk.
Selain itu, tercatat 344 penumpang melanjutkan perjalanan dan 326 penumpang naik ke atas kapal.
Pada pelayaran tersebut, tidak terdapat aktivitas bongkaran barang.
Pelaksanaan Siaga Khusus Nataru melibatkan sinergi Tim SAR Gabungan guna memastikan keselamatan dan keamanan penumpang transportasi laut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan serta mematuhi prosedur keselamatan selama perjalanan laut.(*)
Editor : Ahmad Tamsil












