Inframenews, Yogyakarta
Sabtu, 8 Agustus 2026
Dokter Elda Putri Rahardini menjadi sorotan setelah komentar di media sosial yang dianggap menghujat pasien BPJS memicu kecaman warganet.
Melansir dari TribunMedan.com, Elda dikenal sebagai dokter, peneliti, dan akademisi yang menekuni bidang penyakit dalam, riset klinis, serta kajian kardiovaskular.
Elda merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dan disebut menyelesaikan pendidikan dokter dengan predikat cum laude pada 2014.
Ia diketahui memiliki gelar M.D. dan Ph.D., serta pernah menerima beasiswa Monbukagakusho (MEXT) dari Jepang dan beasiswa LPDP.
Dalam bidang penelitian, Elda pernah menjadi Research Assistant di Indonesia Research Partnership on Infectious Disease (INARESPOND) yang berlokasi di RSUP Dr. Sardjito.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Site Coordinator dalam sejumlah penelitian uji klinis serta menjalani profesi dokter umum di beberapa fasilitas kesehatan.
Saat ini, Elda disebut sedang menjalani pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam.
Namanya mencuat setelah akun Threads yang disebut miliknya mengunggah komentar yang dianggap tidak berempati terhadap keluhan seorang pasien BPJS Kesehatan.
Komentar tersebut kemudian menuai kritik luas dari warganet karena dinilai merendahkan pasien yang sedang menyampaikan pengalaman pelayanan kesehatan.
RSUP Dr. Sardjito kemudian menghentikan sementara kegiatan stase atau praktik PPDS yang dijalani Elda selama proses investigasi berlangsung.
Manager Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, menyatakan penghentian stase tersebut berlaku sejak Rabu, 6 Agustus 2026.
Elda untuk sementara tidak diperkenankan menjalani aktivitas praktik di RSUP Dr. Sardjito selama proses investigasi dilakukan.
Menurut Banu, keputusan tersebut merupakan tindak lanjut rekomendasi Tim Pendidikan Bermartabat yang dibentuk bersama FK-KMK UGM.
Banu menjelaskan bahwa RSUP Dr. Sardjito hanya menjadi wahana pendidikan bagi PPDS dari FK-KMK UGM.
Ia juga menegaskan pasien yang menjadi objek komentar tersebut bukan pasien RSUP Dr. Sardjito.
Kasus ini kemudian berkembang menjadi sorotan publik karena komentar pribadi tersebut turut dikaitkan dengan institusi tempat Elda menjalani pendidikan.
Pihak terkait kini melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan tindak lanjut terhadap persoalan tersebut.(*)













