Inframenews.id, Parigi Moutong – Kekeringan yang melanda Dusun 1, 2 dan 3 Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi ini berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih bagi ratusan warga.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (3/2/2026), kelangkaan air bersih di wilayah tersebut sebenarnya telah terjadi sejak tahun lalu. Namun situasi semakin memburuk akibat kemarau panjang sejak awal Januari 2026.
Minimnya curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air masyarakat mengalami penyusutan debit, bahkan Sungai Jono Kalora dilaporkan mengering. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Data BPBD mencatat, total warga terdampak mencapai sekitar 421 kepala keluarga. Rinciannya, Dusun 1 sebanyak 151 KK, Dusun 2 sekitar 140 KK dan Dusun 3 sekitar 130 KK. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah akibat peristiwa tersebut.
Sebelum adanya bantuan, masyarakat terpaksa mencari air ke wilayah lain. Warga Dusun 3 mengambil air dari sumber Lebo, Dusun 2 menuju Bambalemo, sementara Dusun 1 mengandalkan sumber air dari Baliara.
Menindaklanjuti kondisi itu, BPBD Parigi Moutong bersama aparat desa melakukan kaji cepat serta koordinasi penanganan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyalurkan bantuan air bersih menggunakan trailer tangki milik BPBD untuk memenuhi kebutuhan warga.
BPBD menyatakan penanganan masih terus dilakukan karena kekeringan belum berakhir. Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara hemat serta tetap waspada terhadap dampak lanjutan musim kemarau.
Laporan : Isong | Editor : Ahmad Tamsil












