Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaDaerahHeadlineParigi MoutongPeristiwaSulawesi Tengah

Petani di Tolai Barat Tewas Tertimpa Pohon saat Menebang di Kebun

28
×

Petani di Tolai Barat Tewas Tertimpa Pohon saat Menebang di Kebun

Sebarkan artikel ini
Petugas bersama warga mengevakuasi jasad petani Made Yuliartana (52) yang meninggal dunia setelah tertimpa pohon saat menebang di area kebun pegunungan Batu Intan Gunung Sari, Desa Tolai Barat, Kecamatan Torue, Parigi Moutong, Selasa (3/2/2026). (Humas Polres Parigi Moutong).

Inframenews.id, Parigi Moutong – Seorang petani di Desa Tolai Barat, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, meninggal dunia setelah tertimpa pohon saat melakukan aktivitas penebangan di area kebun, Selasa (3/2/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.30 WITA di kawasan pegunungan Batu Intan Gunung Sari, tepatnya di kebun milik Ketut Agus Arianto. Korban diketahui bernama Made Yuliartana (52), yang akrab disapa Pak Gilber.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban bersama lima rekannya mulai bekerja sejak pukul 09.00 WITA dengan melakukan pembersihan jerami serta penebangan pohon. Saat bekerja, korban berada terpisah dari rekan-rekannya dengan jarak kurang lebih 20 meter.

Sekitar satu setengah jam kemudian, salah satu saksi, Kadek Dedi Ariawan, mendengar suara pohon tumbang dari arah lokasi korban bekerja. Setelah dilakukan pengecekan bersama pekerja lainnya, korban ditemukan tertindih batang pohon yang ditebangnya.

Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan diduga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh aparat desa yang dibantu unsur TNI-Polri serta warga sekitar. Sekitar pukul 12.00 WITA, korban berhasil dievakuasi dan dipastikan telah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga melalui istri korban, Saona Rumbani, menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan musibah kecelakaan kerja. Keluarga juga menolak dilakukan visum maupun autopsi dan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas.

Kapolsek Torue, IPTU Ramlin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa hasil penyelidikan awal tidak menemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa itu.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja, khususnya saat melakukan penebangan pohon atau bekerja di wilayah berisiko tinggi. Penggunaan peralatan yang memadai serta tidak bekerja seorang diri dinilai penting untuk mencegah kecelakaan serupa.

Laporan : Isong | Editor : Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *