Inframenews.id, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memaparkan sejumlah persoalan serius yang masih membayangi Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, mulai dari tingginya angka kemiskinan hingga kerusakan infrastruktur dasar.
Dalam audiensi bersama Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Selasa (03/03/2026), Bupati Parigi Moutong mengungkapkan bahwa jumlah penduduk miskin di daerah tersebut mencapai 117.432 jiwa.
Angka itu dinilai menjadi tantangan besar yang membutuhkan dukungan konkret dari pemerintah pusat.
Selain persoalan sosial, kondisi infrastruktur kawasan juga memerlukan perhatian serius. Dari total 330,61 kilometer jalan di kawasan transmigrasi, sepanjang 192,75 kilometer dilaporkan mengalami kerusakan.
Situasi ini berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian, perkebunan, maupun perikanan masyarakat.
Tak hanya itu, enam daerah irigasi dengan luas layanan sekitar 1.008 hektare juga mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut berpengaruh pada produktivitas lahan pertanian dan stabilitas hasil panen petani.
Permasalahan lain yang turut disorot adalah terbatasnya akses permodalan bagi masyarakat transmigrasi.
Minimnya dukungan teknologi, khususnya untuk peralatan perikanan dan pengolahan hasil pertanian, dinilai menghambat peningkatan nilai tambah komoditas lokal.
Bupati menegaskan, tanpa intervensi dan dukungan program terpadu dari pemerintah pusat, pengembangan kawasan transmigrasi akan berjalan lambat dan sulit mencapai target peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap adanya percepatan program pembangunan infrastruktur, penguatan sektor ekonomi rakyat, serta pembukaan akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.












